DENPASAR – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah kembali membuktikan konsistensinya dalam menghadirkan inovasi ketahanan pangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai syariat Islam. Memasuki tahun keenam pelaksanaannya, Program Qurban RendangMu 1447 Hijriah kembali sukses diselenggarakan. Kegiatan berskala nasional ini dipusatkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran, Kota Denpasar, Bali, pada tanggal 27 Mei 2026, bertepatan dengan momentum Iduladha dan rangkaian tiga hari tasyrik.
Pelaksanaan program inovatif ini dipantau langsung oleh berbagai pihak otoritatif guna menjamin mutu dan kehalalan produk. Proses di lapangan dijalankan oleh eksekutif Lazismu Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan mitra strategis PT Sinar Mitra Dewata. Turut meninjau kegiatan tersebut antara lain Badan Pengurus (BP) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) Lazismu Jawa Tengah, Ketua Lazismu Pusat, serta perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan LPPOM Provinsi Bali dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, bersama perwakilan daerah seperti Sragen, Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Kota Semarang, Denpasar, LPHU Kabupaten Pekalongan, hingga Ketua Lazismu Sumatera Selatan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, para tamu dan tim monitoring yang hadir bersaksi bahwa seluruh tahapan prosesi telah dilakukan secara ketat sesuai pedoman syariat Islam dan standar kebersihan yang sangat higienis. Para peninjau tersebut secara terbuka menyatakan dukungan penuh terhadap program inovasi yang sudah berjalan selama enam tahun ini, karena dinilai sangat bertanggung jawab dalam memegang teguh amanah dari para pekurban.

Transparansi tingkat tinggi memang menjadi fondasi utama operasional di lapangan. Sebelum disembelih, setiap sapi wajib lolos pemeriksaan fisik dan kesehatan secara satu per satu. Sapi-sapi tersebut kemudian diberikan nomor identifikasi dan difoto secara individual bersama label nama pekurban (shohibul qurban). Di dalam ruangan khusus bermesin hidrolik, hewan didoakan dan nama shohibul qurban disebut satu per satu sebelum disembelih. Momen esensial ini didokumentasikan dalam bentuk video. Sebagai bentuk akuntabilitas maksimal, foto dan video pemotongan tersebut langsung dikirimkan kepada shohibul qurban pada hari itu juga oleh tim sekretariat dan tim database.
Setelah prosesi penyembelihan, petugas diwajibkan menunggu lima menit sepuluh detik untuk memastikan sapi benar-benar mati sebelum dikuliti. Daging murni kemudian dicacah, dikemas, ditimbang, dan diangkut menggunakan armada berpendingin menuju fasilitas pembekuan cepat (cold storage/blasting). Bagian tubuh sapi selain daging—seperti tulang, kepala, kulit, dan jeroan—dijual kembali, lalu dananya dialokasikan sepenuhnya untuk membeli tambahan sapi. Daging yang telah beku ini selanjutnya dikirim ke pabrik Pronas untuk diolah menjadi rendang kaleng.
Atas kelancaran pelaksanaan di tahun keenam ini, Ketua BP Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CTA, ACPA, CertDA., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak.
“Jazakumullah khairan katsiran dan terima kasih yang tak terhingga kepada 2.622 shohibul qurban dan shohibul dam, Lazismu Pusat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, sepuluh Lazismu Wilayah (Gorontalo, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumut, Sumsel, Kaltim, Kalsel, Aceh, Lampung, Riau), serta seluruh Lazismu Daerah se-Jawa Tengah. Terima kasih atas sinergi luar biasa dan kepercayaannya yang telah menyukseskan program inovasi ketahanan pangan Qurban RendangMu 1447 Hijriah,” ungkap Dwi merangkum rasa syukurnya.

Secara tidak langsung, Dwi turut memaparkan rekor perolehan kurban yang berhasil dicapai tahun ini. Total penghimpunan dana sukses menyentuh angka Rp10.476.020.000. Melalui dana tersebut, Lazismu menyembelih 487 ekor sapi yang menghasilkan daging bersih seberat 33.224,85 kilogram. Daging bernutrisi tinggi tersebut diproyeksikan menjadi 210.228 kaleng RendangMu, yang siap didistribusikan secara meluas untuk mendukung program pengentasan masalah gizi dan ketahanan pangan masyarakat di berbagai daerah.












Tinggalkan Komentar