Muhammadiyah Jateng Salurkan Dana Rp126 Juta untuk SMPM 3 Paguyangan

bantuan lazismu jateng untuk smp m 3

BREBES — Muhammadiyah Jawa Tengah menyalurkan bantuan dana pendidikan dan kemanusiaan sebesar Rp126.000.000 kepada SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Kabupaten Brebes. Penyerahan bantuan strategis ini dilangsungkan pada Jumat (23/7/2026) dan berlokasi langsung di sebidang lahan baru yang telah dipersiapkan khusus sebagai tempat relokasi gedung sekolah. Intervensi ini merupakan langkah cepat dan wujud nyata kepedulian Muhammadiyah Jateng dalam upaya menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak yang terancam kehilangan tempat belajar akibat faktor kerawanan geografis.

Bantuan senilai ratusan juta rupiah tersebut difokuskan sepenuhnya untuk menunjang kelancaran pendirian bangunan sekolah baru, sehingga kegiatan belajar mengajar ke depannya dapat berlangsung di lingkungan yang jauh lebih terjamin keamanannya. Sebagai informasi tambahan mengenai sumber dana, total nominal yang disalurkan oleh Muhammadiyah Jateng ini merupakan hasil sinergi program kemanusiaan dari Lazismu senilai Rp100.000.000, yang kemudian diperkuat dengan dana pendamping dari Majelis Dikdasmen sebesar Rp26.000.000. Prosesi serah terima dana secara simbolis dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Kyai Tafsir.

Penyaluran dana percepatan relokasi ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa bencana alam tanah longsor yang menerjang kawasan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan pada bulan Maret 2026 silam. Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, membenarkan bahwa pergerakan tanah tersebut datang secara mendadak dan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Dampak fisik paling parah terlihat pada hancurnya beberapa fasilitas penunjang utama, terutama ruang sanitasi sekolah yang lenyap tak berbekas akibat pergerakan tanah.

“Alhamdulillah, waktu kejadian longsor itu masih masa libur sekolah. Jadi, area lingkungan sekolah benar-benar dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, meskipun ruang WC kami amblas dan hilang terbawa material longsor ke bawah,” ungkap Ahmad Najib saat memberikan keterangan langsung terkait kronologi musibah nahas tersebut.

Berdasarkan tinjauan situasi pascabencana secara umum, kondisi struktur tanah dan topografi di lokasi bangunan lama dinilai sangat mengkhawatirkan oleh berbagai pihak. Bangunan peninggalan tersebut sudah tidak layak dipertahankan karena tingkat kerawanannya terhadap ancaman tanah longsor susulan sangat tinggi. Oleh sebab itu, keputusan pemindahan lokasi belajar menjadi opsi paling rasional demi keamanan seluruh warga sekolah. Di sinilah kehadiran Muhammadiyah Jateng berperan penting untuk memastikan bahwa hak para peserta didik dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang aman tidak terhenti oleh bencana.

Acara serah terima bantuan ini dirangkai dalam suasana kekeluargaan yang religius melalui kegiatan Kajian Akbar yang dihadiri oleh ratusan masyarakat dan warga persyarikatan setempat. Dalam penyampaian tausiahnya, Kyai Tafsir mengingatkan masyarakat luas bahwa pendidikan merupakan pilar fundamental dalam pembangunan peradaban. Upaya kolektif dalam menyediakan ruang kelas yang aman bagi generasi penerus adalah bentuk investasi masa depan yang menuntut sinergi dan kepedulian lintas elemen.

Sebagai penutup rangkaian agenda, Kyai Tafsir memimpin doa bersama demi keselamatan dan kelancaran pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut. “Kita semua berharap dan senantiasa berdoa, semoga relokasi ini berjalan lancar. Dengan begitu, kegiatan sekolah dapat segera berjalan normal kembali, dan siswa-siswa juga semakin giat untuk belajar,” pungkas Kyai Tafsir.

Melalui komitmen yang berkelanjutan ini, Muhammadiyah Jateng berharap roda pendidikan di daerah rawan bencana dapat terus berputar, mencetak generasi unggul tanpa dibayangi rasa cemas akan ancaman bencana.