SEMARANG — Lazismu se-Jawa Tengah kembali mencatatkan sejarah baru dalam program penghimpunan kurban. Berdasarkan pembaruan data per akhir Mei 2026 (1447 H), program unggulan “Rendangmu” sukses membukukan total penghimpunan hingga Rp 10.476.020.000. Angka fenomenal ini melesat tajam mencapai 114,51% dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp 9,1 Miliar, sekaligus melampaui rekor fantastis tahun-tahun sebelumnya.
Kesuksesan menembus angka Rp 10,4 Miliar ini tentu bukan hal yang instan. Jika kita melakukan kilas balik, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan strategi jemput bola melalui program Safari Dakwah Rendangmu.
Safari dakwah ini tidak hanya menggema di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, tetapi juga merangkul mitra Pimpinan Daerah dan Wilayah di luar Pulau Jawa. Sosialisasi masif tercatat berhasil menghimpun partisipasi dari Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Aceh, Lampung, hingga Riau. Kolaborasi lintas batas ini membuktikan tingginya tingkat kepercayaan umat terhadap tata kelola kurban Lazismu.
Kilas Balik Akar Rumput: Edukasi Kurban di Wonogiri
Menilik lebih dalam ke tingkat akar rumput, kesuksesan luar biasa di tingkat provinsi ini ditopang oleh pergerakan tiada henti di daerah-daerah, salah satunya di Kabupaten Wonogiri. Di wilayah ini, Safari Dakwah Rendangmu masuk ke relung-relung pengajian masyarakat untuk mengedukasi esensi kurban masa kini.
Salah satu momen tersebut adalah dilaksanakannya Pengajian Ahad Pagi di kawasan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Suasana pengajian kala itu terasa sangat istimewa karena tidak hanya diisi dengan siraman rohani, tetapi juga menjadi ajang edukasi inovasi penyaluran hewan kurban.
Menghadirkan Ustadz Fauzul Hanif Athief sebagai penceramah, pengajian tersebut mengangkat tema yang menggugah, yakni “Idul Adha Bersama Rendangmu”. Menariknya, kegiatan Safari Dakwah di Wonogiri ini merupakan wujud nyata kolaborasi pengabdian kepada masyarakat. Ustadz Fauzul, yang juga merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan edukasi ini sebagai bagian dari program pengabdian yang didukung penuh oleh pendanaan hibah Risetmu 2025-2026 dari Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Fauzul mengajak para jemaah untuk memperluas cakrawala berpikir mengenai ibadah kurban. “Kurban bukan hanya sekadar tentang menyembelih hewan, tapi bagaimana manfaatnya bisa dirasakan lebih luas dan lebih lama,” pesan Ustadz Fauzul di hadapan ratusan jemaah yang hadir memadati area pengajian Purwantoro.
Pesan tersebut menjadi inti dari kampanye program Rendangmu. Melalui program ini, daging kurban dari para mudhohi (orang yang berkurban) diproses secara higienis dan diolah menjadi masakan rendang kaleng yang tahan lama.
Inovasi pengalengan daging kurban ini menjawab tantangan distribusi logistik pangan. Dengan ketahanannya yang lama, daging kurban kaleng ini menjadi amunisi ketahanan pangan yang didistribusikan ke berbagai daerah pelosok, daerah rawan bencana, hingga menjangkau saudara-saudara yang membutuhkan tanpa khawatir daging membusuk di perjalanan.
“Kurban tidak hanya sampai hari ini (hari tasyrik), tapi terus memberi manfaat sepanjang waktu,”
demikian kutipan kampanye Lazismu yang terus disuarakan. Di Purwantoro, acara dakwah tersebut bahkan diwarnai dengan pembagian produk Rendangmu secara simbolis kepada warga agar mereka bisa merasakan langsung kualitasnya.
Pencapaian luar biasa tahun ini adalah bukti nyata bahwa umat Islam siap bergerak bersama inovasi. Mari terus jadikan momen Idul Adha lebih bermakna agar manfaat kemanusiaan dapat terus mengalir, tak lekang oleh waktu, ke seluruh penjuru negeri.












Tinggalkan Komentar