DPS Lazismu Jateng Sekaligus Dosen UIN Walisongo Raih Gelar Doktor Tanpa Ujian Terbuka Berkat 4 Jurnal Scopus

Potret Faris Shalahuddin Zakiy, DPS Lazismu Jateng dan Dosen UIN Walisongo Semarang, peraih gelar doktor tanpa ujian terbuka.
Faris Shalahuddin Zakiy, Dewan Pengurus Syariah (DPS) Lazismu Jawa Tengah, berhasil meraih gelar doktor tanpa ujian terbuka berkat publikasi 4 jurnal Scopus.

SEMARANG — Prestasi akademik yang membanggakan sekaligus luar biasa berhasil ditorehkan oleh sosok inspiratif, Faris Shalahuddin Zakiy. Tokoh yang saat ini mengemban amanah penting sebagai Dewan Pengurus Syariah (DPS) Lazismu Jawa Tengah (Jateng) sekaligus berprofesi sebagai dosen di Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Walisongo Semarang ini, resmi meraih gelar doktor (S3). Ia menyelesaikan studi tingkat doktoralnya pada Program Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan predikat kelulusan yang sangat prestisius.

Pria yang akrab disapa Faris ini sukses menamatkan pendidikannya dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00. Lebih istimewanya lagi, pimpinan di jajaran DPS Lazismu Jateng tersebut dinyatakan lulus secara mutlak tanpa harus melalui tahapan ujian terbuka disertasi. Pengecualian akademis ini berhasil diraihnya berkat kepiawaiannya dalam mempublikasikan empat artikel ilmiah pada berbagai jurnal internasional bereputasi yang telah terindeks Scopus, tepat di masa studinya.

“Pengalaman yang sangat istimewa. Selama menempuh program doktor, saya mampu mempublikasi empat artikel pada jurnal internasional bereputasi,” ungkap Faris memberikan keterangan secara langsung terkait perjalanan akademiknya yang luar biasa tersebut.

Riset yang diusung oleh akademisi ini memiliki korelasi yang sangat kuat dengan perannya di lapangan sebagai DPS Lazismu Jateng, di mana fokus utamanya adalah menyoroti tata kelola organisasi pengelola zakat. Tercatat, tiga artikel penelitiannya telah berhasil diterbitkan di Journal of Islamic Accounting and Business Research (Emerald) yang menduduki peringkat Q2 dengan skor SJR 0,459.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa artikel pertamanya mengkaji secara spesifik mengenai tata kelola syariah pada organisasi pengelola zakat. Kemudian, artikel kedua membedah modal intelektual pada lembaga keuangan Islam dengan memanfaatkan pendekatan bibliometrik. Sedangkan untuk artikel ketiga, ia berupaya menguji pengaruh nyata dari modal manusia serta modal struktural terhadap capaian kinerja organisasi-organisasi pengelola zakat di Tanah Air.

Satu capaian publikasi yang menjadi puncak kebanggaan adalah diterbitkannya artikel riset pada Journal of Intellectual Capital (Emerald), yang merupakan jurnal bergengsi kelas Q1 dengan nilai SJR 1,382. Dalam penelitian ini, ia mengkaji peran krusial dari modal intelektual lewat pendekatan Nilai Tambah Koefisien Intelektual (VAIC) terhadap kinerja tata kelola zakat.

Faris menjelaskan bahwa ketertarikannya meneliti bidang tata kelola lembaga zakat berangkat dari fakta betapa besarnya potensi filantropi di Indonesia yang hingga detik ini belum diimbangi dengan optimalnya realisasi penghimpunan dana dari para muzaki.

“Jika melihat data, realisasi penghimpunan zakat di Indonesia masih jauh dari potensi yang ada. Salah satu penyebabnya adalah aspek tata kelola. Hal ini menarik untuk diteliti sehingga hasilnya dapat menjadi rekomendasi bagi para pemangku kepentingan dalam sistem pengelolaan zakat,” papar tokoh penggerak keumatan tersebut.

Sebagai sosok yang menempuh pendidikan melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama Republik Indonesia, ia sukses merampungkan masa belajarnya secara tepat waktu, yakni hanya dalam kurun 3,5 tahun. Ia menuturkan bahwa kesuksesannya ini sama sekali tidak terlepas dari peran serta dukungan yang solid dari berbagai pihak.

“Dukungan tim promotor, fasilitas akses jurnal dan perpustakaan, coworking space, serta rekan-rekan sejawat sangat membantu proses riset saya,” tuturnya menegaskan.

Saat ini, ia masih aktif memperluas jejaring internasional dan menantikan hasil penelaahan satu artikel terbarunya di Journal of Muslim Philanthropy & Civil Society (Q3) terkait modal pelanggan. Capaian dari DPS Lazismu Jateng ini menjadi penegas bahwa sinergi antara keilmuan akademik dan praktik di lembaga amil zakat mampu menghasilkan kontribusi nyata, sekaligus mengukuhkan reputasi UIN Walisongo di level global.