Tingkatkan Etos Kerja Amil Berkemajuan, Lazismu Jateng Gelar Kajian Jumat Bersama

Suasana Kajian Jumat Bersama amil eksekutif dan mahasiswa magang di Workspace Lazismu Jateng.
Kegiatan pembinaan spiritual dan motivasi amil di Workspace Lazismu Jateng.

SEMARANG – Dalam upaya membersihkan hati dan jiwa serta memupuk motivasi kerja para punggawanya, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah Jawa Tengah (Lazismu Jateng) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Kajian Jumat Bersama”. Kegiatan kerohanian dan pembinaan mental ini dilaksanakan secara khidmat di Workspace Lazismu Jateng pada hari Jumat (17/7/2026).

Acara pembinaan rutin ini dihadiri oleh seluruh jajaran amil eksekutif serta para mahasiswa magang yang tengah mengabdi di lingkungan Lazismu Jateng. Kehadiran seluruh elemen penggerak lembaga ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas spiritual sekaligus profesionalitas dalam mengelola dana umat. Kajian ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan visi dan misi para pejuang zakat di tingkat wilayah.

Bertindak sebagai pemateri utama dalam kajian tersebut adalah Aris Setiawan, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Divisi Sumber Daya Amil (SDA) Lazismu Jateng. Dalam tausiahnya, Aris menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai esensi dan tanggung jawab berat yang dipikul oleh seorang amil. Ia memaparkan secara gamblang bahwa amil memiliki peran sentral sebagai jembatan penghubung antara muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat).

Melalui pemaparannya, Aris menekankan pentingnya membangun etos kerja amil yang berkemajuan. Secara tidak langsung, ia mengingatkan seluruh peserta bahwa pekerjaan mengelola zakat bukanlah sekadar aktivitas administratif harian, melainkan sebuah amanah keagamaan yang menuntut kebersihan niat. “Landasan utama dari segala aktivitas kita di sini adalah ikhlas. Tanpa keikhlasan, pekerjaan sebesar apa pun tidak akan bernilai ibadah di mata Tuhan,” ungkap Aris di hadapan para peserta kajian.

Selain nilai keikhlasan, prinsip ihsan juga menjadi sorotan utama dalam tausiah tersebut. Aris menjelaskan bahwa sikap ihsan dalam konteks pekerjaan amil harus diwujudkan melalui ketelitian yang presisi, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Ia juga menuntut adanya kedisiplinan yang ketat dari setiap individu yang tergabung di dalam lembaga.

Lebih lanjut, Aris mengingatkan tentang bahaya sikap mementingkan diri sendiri di lingkungan kerja. Menurutnya, keberhasilan penyaluran program-program lembaga murni merupakan buah dari kolaborasi yang harmonis. “Jangan pernah merasa paling berjasa dalam sebuah pencapaian, karena di dunia pekerjaan, kesuksesan itu pasti berawal dari kerja tim yang solid,” tegasnya yang langsung disambut dengan anggukan persetujuan oleh para amil dan mahasiswa magang.

Sebagai penutup tausiahnya, Pelaksana Tugas Kepala Divisi SDA tersebut mendorong lahirnya inovasi yang berkelanjutan. Para amil eksekutif dan mahasiswa magang diinstruksikan untuk tidak pernah merasa cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih saat ini. Mereka didorong untuk terus menggali ide-ide luar biasa dan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan selalu berorientasi kepada dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Kajian Jumat Bersama ini, Lazismu Jateng berharap seluruh amil dan mahasiswa magang dapat kembali menyegarkan semangat mereka. Dengan jiwa yang bersih dan motivasi yang terus diperbarui, para pejuang zakat ini diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi umat serta membawa gerakan filantropi Islam menuju arah yang semakin profesional dan berkemajuan.