LAZISMU Jateng Sosialisasikan Program RendangMu di Ujung Selatan Wonosobo

Sosialisasi Program RendangMu LAZISMU Jateng di Wadaslintang Wonosobo
LAZISMU Jawa Tengah menggelar sosialisasi Program RendangMu melalui pengajian subuh di Masjid At-Taqwa Wadaslintang, Wonosobo.

Wonosobo — LAZISMU Jawa Tengah menggelar sosialisasi Program RendangMu di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Ahad (17/5/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pengajian subuh bersama jamaah Masjid At-Taqwa Wadaslintang.

Wadaslintang merupakan wilayah yang berada di ujung selatan Kabupaten Wonosobo. Lokasinya cukup jauh dari pusat kota, dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tetap tinggi. Suasana pengajian berlangsung hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan di tengah udara dingin khas kawasan Wadaslintang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Manajer Daerah LAZISMU Wonosobo, Tabah Pambudi, beserta tim. Turut hadir pula jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wadaslintang yang dipimpin oleh Syamsi beserta jajarannya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mendukung pengembangan program qurban yang lebih luas manfaatnya.

baca juga https://lazismujateng.org/optimalisasi-penghimpunan-zakat-rsma-kedu-raya/

Materi sosialisasi disampaikan oleh Manajer Area LAZISMU Jawa Tengah, Suprapto. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi daging qurban agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas, terutama di daerah pelosok dan wilayah terdampak bencana.

“Program RendangMu menjadi salah satu ikhtiar agar daging qurban dapat dikelola lebih baik, tahan lama, dan mudah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Suprapto.

Ia menjelaskan bahwa RendangMu merupakan inovasi pengolahan daging qurban menjadi rendang kemasan siap saji. Dengan daya tahan yang lebih lama dibandingkan daging segar, RendangMu dinilai mampu menjadi solusi dalam distribusi qurban agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.

Secara tidak langsung, Suprapto menyampaikan bahwa qurban perlu dikelola dengan pendekatan yang lebih berkemajuan. Selain menjaga nilai ibadah, pengelolaan qurban juga perlu memperhatikan aspek kemanfaatan sosial, pemerataan, dan ketahanan pangan.

Melalui program ini, daging qurban dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, daerah rawan pangan, serta lokasi bencana. Kemasan yang praktis dan tahan lama membuat RendangMu lebih mudah dikirim dan dimanfaatkan dalam kondisi darurat.

Manajer Daerah LAZISMU Wonosobo, Tabah Pambudi, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, program RendangMu dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa qurban memiliki potensi besar dalam membantu sesama.

“Harapannya, masyarakat semakin mengenal RendangMu dan dapat ikut berpartisipasi dalam qurban yang manfaatnya lebih luas,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ruang silaturahmi antara LAZISMU Jawa Tengah, LAZISMU Wonosobo, PCM Wadaslintang, dan jamaah Masjid At-Taqwa. Melalui forum pengajian subuh, pesan tentang qurban berkemajuan dapat disampaikan dengan suasana yang dekat dan mudah diterima masyarakat.

Dengan adanya sosialisasi ini, LAZISMU Jawa Tengah berharap Program RendangMu semakin dikenal oleh masyarakat Wonosobo, khususnya di wilayah Wadaslintang. Program ini diharapkan menjadi pilihan qurban yang praktis, amanah, dan berdampak luas bagi umat.

Melalui RendangMu, LAZISMU berupaya menghadirkan inovasi qurban yang tidak hanya memenuhi aspek ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan ketahanan pangan masyarakat.