Surakarta — Lazismu Jawa Tengah menggelar sosialisasi pentingnya akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta penguatan zakat produktif kepada jajaran pimpinan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan MPKU dari berbagai lini, direktur rumah sakit, serta mayoritas direktur keuangan rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Sosialisasi tersebut menghadirkan Manager Area Lazismu Jawa Tengah, Suprapto, sebagai pemateri. Dalam forum tersebut, Suprapto menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan zakat yang akuntabel, terintegrasi, dan berorientasi pada pemberdayaan. Materi yang disampaikan juga menyoroti potensi zakat nasional yang besar, yakni sekitar Rp327 triliun pada 2025, serta pentingnya peningkatan layanan donatur, penerima manfaat, dan profesionalitas amil.
Kegiatan ini dilaksanakan karena berdasarkan data dan kondisi di lapangan, belum seluruh rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah berada dalam satu sistem pengelolaan zakat melalui Lazismu. Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan rumah sakit dapat terintegrasi satu atap melalui Lazismu daerah masing-masing.
Dalam pemaparannya, Suprapto menyampaikan bahwa akuntabilitas merupakan kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga zakat. Menurutnya, amal usaha Muhammadiyah, termasuk rumah sakit, memiliki potensi besar dalam mendukung gerakan zakat yang lebih tertata dan berdampak.
“Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah perlu dilakukan secara akuntabel, terukur, dan berada dalam sistem yang jelas. Dengan satu atap melalui Lazismu, pelaporan, penghimpunan, dan pentasyarufan dapat berjalan lebih rapi serta mudah dipertanggungjawabkan,” ujar Suprapto.
Ia juga menjelaskan bahwa zakat produktif menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperluas manfaat dana umat. Zakat tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik. Dalam materi sosialisasi, salah satu isu yang diangkat ialah bagaimana model pengelolaan zakat produktif yang ideal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
Suprapto secara tidak langsung menegaskan bahwa rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki peran strategis dalam memperkuat gerakan zakat. Dengan bergabung dalam sistem Lazismu daerah masing-masing, pengelolaan dana sosial dapat lebih tertib, transparan, dan selaras dengan ketentuan Persyarikatan.
Selain membahas akuntabilitas dan zakat produktif, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta. Dr. Aswin menanyakan dasar hukum amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan serta pedoman pengelolaan zakatnya. Sementara itu, Ibu Mardiyah mengangkat pertanyaan mengenai konsolidasi pencatatan zakat institusi maupun perorangan untuk kebutuhan pelaporan. Adapun Bapak Sihombing menanyakan peluang program peningkatan kesejahteraan guru melalui dana zakat.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan besarnya perhatian peserta terhadap tata kelola zakat yang profesional. Secara tidak langsung, forum ini juga memperlihatkan kebutuhan adanya sistem pencatatan, pelaporan, dan pendistribusian yang seragam agar pengelolaan zakat di lingkungan rumah sakit dapat berjalan lebih optimal.
Dalam materi yang disampaikan, turut dijelaskan mekanisme pendirian Kantor Layanan, mulai dari pengajuan surat rekomendasi, penerbitan keputusan pendirian, pembukaan rekening penghimpunan, hingga pengesahan rekening pentasyarufan. Mekanisme ini menjadi bagian penting agar pengelolaan zakat memiliki dasar administratif yang jelas.
Melalui kegiatan ini, Lazismu Jawa Tengah berharap seluruh rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah semakin memahami pentingnya pengelolaan zakat satu atap melalui Lazismu daerah. Dengan sistem yang terintegrasi, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah diharapkan lebih akuntabel, profesional, serta mampu menghadirkan manfaat produktif bagi masyarakat luas.
Editor: jabs














Tinggalkan Komentar