Bersama Menguatkan Dakwah: Sosialisasi Manajemen Zakat untuk Peserta Sekolah Tabligh

ersama Menguatkan Dakwah: Sosialisasi Manajemen Zakat untuk Peserta Sekolah Tabligh

Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah berkolaborasi dengan LAZISMU Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Zakat bagi peserta Sekolah Tabligh Angkatan III Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Karanganyar, pada Ahad, 14 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dan mubaligh Muhammadiyah.

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa Sekolah Tabligh yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan wawasan dan pemahaman yang lebih luas mengenai pengelolaan zakat secara profesional, sehingga dapat menjadi bekal dalam aktivitas dakwah di tengah masyarakat.

Hadir sebagai pemateri, Suprapto selaku Manajer Area LAZISMU Jawa Tengah, yang menyampaikan materi secara komprehensif mengenai konsep dasar manajemen zakat. Acara berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Ustadz Jabbar sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi dan tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Suprapto menjelaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik harus diawali dengan pemahaman tentang definisi manajemen secara umum. Manajemen dipahami sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Peserta juga diajak memahami pentingnya menentukan tujuan (goal), visi, dan misi lembaga sebagai fondasi dalam menjalankan organisasi zakat. Selain itu, dipaparkan pula berbagai fakta kemiskinan yang masih menjadi tantangan bangsa, serta besarnya potensi zakat, infak, dan sedekah yang dapat dioptimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyusunan target kinerja organisasi. Peserta dikenalkan pada pentingnya menetapkan indikator keberhasilan yang terukur, termasuk penyusunan Key Performance Indicator (KPI) bagi eksekutif LAZISMU sebagai instrumen untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan dampak yang nyata.

Menurut Suprapto, peningkatan literasi zakat bagi para mubaligh Muhammadiyah menjadi kebutuhan penting di era saat ini. Selain sebagai bekal dalam menyampaikan dakwah yang mencerahkan kepada masyarakat, pengetahuan tersebut juga dapat menjadi modal ketika para mubaligh terlibat sebagai relawan amil maupun pengurus LAZISMU di berbagai tingkatan.

Suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan, di antaranya mengenai strategi meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Pemateri menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui transparansi, akuntabilitas, serta program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pertanyaan lain yang menarik datang dari peserta terkait potensi alumni sekolah sebagai donatur untuk membantu siswa kurang mampu. Dalam pembahasannya, disampaikan bahwa jaringan alumni memiliki potensi besar untuk diberdayakan sebagai mitra kebaikan melalui program donasi pendidikan yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga mengangkat isu mengenai pengelolaan infak masjid yang terintegrasi dengan LAZISMU. Diskusi tersebut menghasilkan berbagai perspektif tentang pentingnya sinergi antara takmir masjid dan lembaga zakat agar pengelolaan dana umat dapat berjalan lebih tertib, terukur, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir mubaligh Muhammadiyah yang tidak hanya kuat dalam penyampaian dakwah, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik tentang manajemen zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.