Grobogan — Lazismu Jawa Tengah menggelar safari edukasi Qurban RendangMu di Rumah Kedelai Grobogan pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan inovasi qurban berkemajuan kepada masyarakat, khususnya melalui program RendangMu yang mengedepankan nilai ibadah sekaligus kebermanfaatan sosial.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Grobogan beserta jajaran, kantor layanan Lazismu, amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan, amal usaha Muhammadiyah bidang kesehatan, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi Persyarikatan dalam menyambut pelaksanaan ibadah qurban tahun 2026.
Safari Qurban RendangMu menjadi ruang sosialisasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa qurban tidak hanya berhenti pada proses penyembelihan dan pembagian daging secara langsung. Lebih dari itu, qurban dapat dikelola secara inovatif agar manfaatnya lebih luas, tahan lama, dan menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Manager Marketing Lazismu Jawa Tengah, Samsudin, menyampaikan bahwa qurban merupakan ibadah yang memiliki makna mendalam. Menurutnya, qurban tidak hanya berkaitan dengan penyembelihan hewan, tetapi juga mencerminkan ketulusan dan keikhlasan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
“Qurban adalah tentang ketulusan, keikhlasan, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Samsudin dalam penyampaiannya.
Ia menjelaskan, Qurban RendangMu merupakan bentuk pengembangan atau scale up dari pelaksanaan qurban. Program tersebut tidak menghilangkan nilai dasar ibadah qurban, tetapi justru memperluas dimensi manfaatnya melalui pengolahan daging menjadi rendang kemasan yang lebih awet dan mudah didistribusikan.
Samsudin menuturkan, Qurban RendangMu mengelaborasi dua dimensi penting. Pertama, dimensi ritual atau ketakwaan, yakni ketika qurban yang dititipkan benar-benar diniatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah tanpa harus diketahui oleh tetangga atau saudara saat penyembelihan. Kedua, dimensi sosial, yaitu ketika hasil qurban dapat digunakan untuk mendukung agenda sosial kemanusiaan yang lebih luas.
“Qurban RendangMu adalah scale up qurban karena mengelaborasi dua dimensi, yakni dimensi ritual ketakwaan dan dimensi sosial. Hasil qurban dapat menjadi bagian dari upaya sosial kemanusiaan,” jelasnya.
Secara tidak langsung, ia menegaskan bahwa RendangMu menjadi solusi atas sejumlah persoalan distribusi daging qurban. Melalui pengolahan menjadi rendang kemasan, daging qurban dapat bertahan lebih lama, lebih mudah dikirim ke daerah terpencil, wilayah bencana, maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan qurban secara amanah, profesional, dan sesuai prinsip syariah. Lazismu Jawa Tengah mendorong agar masyarakat tidak ragu menitipkan qurban melalui lembaga resmi, sehingga proses penghimpunan, penyembelihan, pengolahan, dan pendistribusian dapat dilaksanakan secara tertib dan transparan.
PDM Grobogan bersama jajaran serta berbagai amal usaha Muhammadiyah menyambut baik kegiatan safari ini. Keterlibatan sekolah, layanan kesehatan, kantor layanan Lazismu, dan warga menjadi bukti bahwa edukasi qurban berkemajuan perlu dilakukan secara bersama-sama agar pesan kebermanfaatan dapat diterima lebih luas.
Melalui safari Qurban RendangMu di Grobogan, Lazismu Jawa Tengah berharap masyarakat semakin memahami bahwa ibadah qurban dapat menjadi sarana memperkuat ketakwaan sekaligus menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan. Program RendangMu diharapkan mampu menjadi pilihan qurban yang praktis, amanah, dan berdampak luas bagi sesama.












Tinggalkan Komentar