SEMARANG, 7 Juli 2026 – Lazismu Jawa Tengah secara resmi membuka entry meeting audit keuangan untuk tahun buku 2025 pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan penting yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lazismu Kantor Wilayah Jawa Tengah ini menggandeng tim auditor independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan demi menjaga akuntabilitas dana umat.
Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CTA, ACPA, CertDA., menyampaikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Lazismu Jawa Tengah mengalami kenaikan yang sangat signifikan, baik dalam hal penghimpunan maupun penyaluran dana ziska. Menariknya, tingkat efisiensi pengelolaan lembaga juga tetap terjaga dengan sangat baik.

“Jika digabungkan, beban penyaluran dengan total penghimpunan dana di wilayah kami tidak lebih dari angka 6 persen,” ungkap Dwi Swasana Ramadhan. Ia juga sangat berharap hasil laporan keuangan audited ini tidak terlambat diselesaikan agar tidak memengaruhi trust (kepercayaan) masyarakat sekaligus memperlancar pembaruan target program pada tahun selanjutnya.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari tingkat pusat. Ketua Lazismu Pusat, Imam Mujadid Rais, M.IR., melalui sambungan virtual Zoom, menegaskan bahwa audit berkala ini bukan sekadar formalitas untuk memenuhi regulasi pemerintah terkait Lembaga Amil Zakat (LAZ). Audit merupakan instrumen bersama demi mewujudkan lembaga yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Apresiasi tinggi turut datang dari Founder sekaligus Senior Partner KAP, Drs. Abdul Hamid Cebba, MBA, CA, CPA. Ia menilai kinerja Lazismu Jawa Tengah sangat luar biasa karena sukses menjunjung tinggi nilai profesionalitas serta sikap sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat) kepada persyarikatan. Sikap positif tersebut membuat koordinasi antarwilayah harmonis tanpa adanya perebutan donatur.
Abdul Hamid juga mengingatkan manajemen mengenai pentingnya implementasi lima prinsip utama Good Corporate Governance (GCG). “Kalau sudah menerapkan lima hal ini, maka Lazismu Jawa Tengah adalah yang terbaik. Tetapi kalau ternyata belum atau masih ada yang terlewat, maka lembaga harus segera berbenah,” tegasnya di hadapan para peserta meeting.

Kegiatan audit keuangan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, S.E., M.M. Dalam pengarahannya, Dodok mengingatkan agar proses audit ini tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administrasi tahunan. Audit harus menjadi ikhtiar nyata Lazismu dalam menjaga amanah umat, meningkatkan tata kelola, dan membangun kepercayaan publik.
Dodok menjabarkan bahwa ada tiga pilar utama dalam membangun modal kepercayaan masyarakat, yakni integritas, kompetensi, dan intimasi atau kedekatan. Memasuki abad kedua gerakan Muhammadiyah, ia menegaskan bahwa Lazismu harus segera bertransformasi dari sekadar lembaga penggalang dana menjadi lembaga filantropi modern yang berdampak. Hubungan kedekatan yang kuat harus dibangun bersama muzakki dan mustahik.

Lebih lanjut, Dodok mendorong percepatan transformasi digital agar masyarakat luas dapat dengan mudah menunaikan ibadah zakat, infak, dan sedekah kapan saja serta di mana saja. Terakhir, ia menggarisbawahi pentingnya orientasi kemanfaatan jangka panjang menuju lembaga amil yang memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan.
“Jangan hanya sebagai administrasi masuk dan keluar saja, tetapi kita harus menciptakan audit yang berdampak. Maka dari itu, dampak riil dari kehadiran Lazismu bagi masyarakat juga harus diukur secara terstruktur,” pungkas Dodok Sartono mengakhiri pengarahannya.

Kontributor: Rizky Maradona











Tinggalkan Komentar