SRAGEN – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah resmi menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Ramadhan dan Qurban 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) ini dipusatkan di Pendopo Sumonegaran, Kabupaten Sragen, guna merancang strategi besar penghimpunan dan pendayagunaan dana umat di tahun 2026.
Rakorsus ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.; Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat, ST., MT.; Ketua Badan Pengurus Lazismu Jateng, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak.; serta Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A.
Meneguhkan Ideologi dan Target Ambisius
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, dalam sambutannya menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya meneguhkan ideologi dan penguatan manajemen yang berkemajuan. Ia mengungkapkan target optimistis untuk program menyambut bulan suci dan Idul Adha mendatang.
“Saat di Banyumas kita targetkan total 400 miliar rupiah. Khusus di momentum Ramadhan dan Qurban tahun ini, kami menargetkan penghimpunan sebesar 97 miliar rupiah untuk Ramadhan dan 9 miliar rupiah untuk Qurban,” ujar Dwi Swasana.
Dwi menjelaskan bahwa strategi pencapaian target tersebut akan difokuskan pada peningkatan literasi atau kesadaran masyarakat serta perluasan aksesibilitas melalui skema Kantor Layanan (KL) seluas-luasnya. “Banyak orang yang ingin menunaikan zakat tapi ruangnya masih sedikit. Kita juga membahas fundraising by program agar Lazismu bisa membahas kemanusiaan seluas-luasnya,” tambahnya.

Penyangga Utama Nasional
Apresiasi tinggi datang dari Lazismu Pusat. Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidyat, menyebut Lazismu Jawa Tengah sebagai tulang punggung gerakan zakat Muhammadiyah secara nasional. Namun, ia mengingatkan agar seluruh amil tidak cepat berpuas diri meski telah meraih predikat Opini WTP sebanyak tujuh kali dan sertifikasi ISO standar nasional.
“Lazismu Jawa Tengah adalah wilayah penyangga utama secara nasional. Akuntabilitas tidak hanya soal laporan, tetapi bagaimana muzaki merasa ingin kembali berzakat dan mustahik merasa terangkat kesusahannya. Kita harus meletakkan fokus pada aspek kapabilitas,” tegas Gunawan.
Sinergi Membangun Daerah
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyambut hangat kehadiran perwakilan Lazismu se-Jawa Tengah di Bumi Sukowati. Ia mengakui kontribusi nyata Muhammadiyah dalam membantu program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Sragen.
“Potensi zakat di Sragen bisa mencapai 200 miliar rupiah. Saya bangga dengan PDM Sragen yang mendukung pemerintah. Kami punya sepuluh desa bebas dari rumah tidak layak huni, yang salah satunya didukung oleh Lazismu,” tutur Sigit.
Ia berharap pengelolaan zakat ke depan dapat lebih menyasar aspek fundamental seperti pendidikan, penghasilan warga miskin, serta transformasi masjid agar menjadi pusat gravitasi kesejahteraan jamaah. Senada dengan hal tersebut, Ketua PDM Sragen, KH. Ali Rosyidi, menyatakan kesiapan Sragen menjadi tuan rumah acara skala nasional di masa mendatang.

Arahan Pimpinan Wilayah
Membuka acara secara resmi, Bendahara PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Sofyan Anif, mengingatkan filosofi gerakan Muhammadiyah yang tertuang dalam Al-Qashas ayat 77. Ia menegaskan bahwa setiap warga Muhammadiyah wajib membantu masyarakat dan harus memberikan dampak nyata.
“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang modern. Penghimpunan untuk bencana saja mencapai 80 miliar rupiah, dan penyumbang terbesarnya adalah Lazismu Jateng. Kita perlu ekspansi untuk memperkuat eksistensi melalui keluasan ilmu dan manajemen yang rapi,” pungkas Prof. Sofyan Anif.
Rakorsus ini diharapkan menghasilkan rumusan rencana kerja (plan) yang solid guna memastikan program Ramadhan dan Qurban 1447 H berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi umat di Jawa Tengah.











Tinggalkan Komentar