Perkuat Sinergi Lazismu, Lazismu Jawa Tengah Sambut Kunjungan Silaturahmi Lima Daerah dari Jawa Timur

Pertemuan silaturahmi delegasi Lazismu Jawa Timur di Kantor Lazismu Jawa Tengah

SEMARANG — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Tengah menerima kunjungan istimewa dari jajaran Lazismu Daerah asal Jawa Timur pada Kamis, 9 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Lazismu Jawa Tengah ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat jejaring filantropi Islam di tingkat regional.

Rombongan yang hadir terdiri dari delegasi Lazismu di lima daerah strategis Jawa Timur, yakni Lumajang, Tulungagung, Probolinggo, Situbondo, Mojokerto, dan Bojonegoro. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi sekaligus studi banding untuk mendalami manajemen pengelolaan zakat yang progresif.

Baca Juga : Capaian Fantastis Ramadan 1447 H, Lazismu Jawa Tengah Sukses Himpun Dana Umat Rp92 Miliar

Fokus pada Kolaborasi dan Inovasi

Kehadiran tamu dari Jawa Timur tersebut disambut langsung oleh Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, didampingi oleh Badan Pengurus (BP) Lazismu Jawa Tengah, Zaeni, serta Manajer Area Lazismu Jawa Tengah, Suprapto. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan diskusi mendalam mengenai standardisasi layanan dan penguatan program-program pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam sambutannya, Dwi Swasana Ramadhan menekankan bahwa kemajuan Lazismu tidak boleh bertumpu pada satu wilayah saja, melainkan harus bergerak secara kolektif. Ia memandang pertemuan lintas provinsi ini sebagai upaya menyelaraskan ritme gerakan filantropi Muhammadiyah.

“Kami sangat mengapresiasi semangat rekan-rekan dari Jawa Timur. Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan wadah untuk saling mendukung (support system) dan bertukar inovasi. Kita memiliki tantangan kemiskinan yang nyata, dan solusinya adalah kolaborasi, bukan kompetisi,” ujar Dwi Swasana Ramadhan.

Studi Banding Manajemen Amil

Selain aspek silaturahmi, agenda utama pertemuan ini adalah studi banding mengenai tata kelola administrasi dan digitalisasi penghimpunan dana yang telah diterapkan oleh Lazismu Jawa Tengah. Delegasi dari Jawa Timur antusias mempelajari sistem transparansi laporan keuangan yang menjadi kunci kepercayaan muzaki (pemberi zakat).

Manajer Area Lazismu Jawa Tengah, Suprapto, memaparkan secara mendalam mengenai proses operasional harian dan strategi pendayagunaan dana sosial di Jawa Tengah. Menurutnya, Lazismu Jawa Tengah senantiasa terbuka untuk berbagi modul keberhasilan kepada daerah lain demi tercapainya kemaslahatan yang lebih luas.

Senada dengan hal tersebut, Zaeni selaku Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah menambahkan bahwa penguatan institusi amil zakat harus didasari oleh prinsip profesionalitas dan amanah. Ia menyatakan bahwa melalui kegiatan seperti ini, setiap daerah dapat mengidentifikasi kelemahan masing-masing dan mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain untuk diterapkan di wilayahnya.

Harapan

Proses kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan peninjauan fasilitas kantor. Para perwakilan dari Lumajang hingga Bojonegoro mengakui bahwa banyak poin penting yang didapatkan, terutama mengenai cara mengintegrasikan program pemberdayaan UMKM dengan dana infaq yang berkelanjutan.

Melalui studi banding ini, diharapkan Lazismu di wilayah Jawa Timur, khususnya daerah yang hadir, dapat membawa pulang skema manajemen baru yang lebih efektif. Pertemuan ini diharapkan mampu memicu lahirnya program-program kerja sama baru yang melintasi batas administratif provinsi, demi mewujudkan visi Lazismu sebagai lembaga filantropi yang terpercaya dan unggul di Indonesia.

Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat “Memberi untuk Negeri” dapat menyatukan berbagai daerah dalam satu visi kemanusiaan yang kuat, sekaligus memperkokoh posisi Lazismu sebagai pilar penggerak kesejahteraan sosial di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah.