Mengapa Kita Berpuasa?

tujuan puasa Ramadan dan kepedulian sosial.

Setiap kali bulan suci Ramadan tiba, umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan penuh sukacita dan bersiap untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, di tengah rutinitas menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, pernahkah kita berhenti sejenak dan benar-benar merenungkan: Mengapa kita berpuasa? Puasa bukanlah sekadar ritual menahan nafsu biologis semata, melainkan sebuah madrasah spiritual yang dirancang oleh Allah SWT untuk mengubah manusia dari dalam ke luar. Berikut adalah esensi mendalam di balik kewajiban berpuasa yang patut kita selami bersama.

Tujuan Utama Puasa: Mencapai Derajat Takwa

Esensi utama dari kewajiban berpuasa di bulan Ramadan telah secara gamblang tertuang di dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 183. Tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu agar umat manusia dapat meningkatkan statusnya menjadi pribadi yang bertakwa (la’allakum tattaqun).

Takwa adalah puncak pencapaian spiritual tertinggi bagi seorang hamba. Puasa bertindak sebagai kendaraan atau sarana pelatihan yang intensif agar kita bisa mencapai derajat mulia tersebut.

Baca juga : Puasa Sebagai Disiplin Ruhani: 4 Nilai Utama dari Bulan Suci Ramadhan

Apa Itu Hakikat Takwa?

Banyak yang mengira takwa sebatas rasa takut kepada Tuhan. Padahal, hakikat takwa jauh lebih luas dari itu. Takwa pada dasarnya adalah akumulasi dari karakter moral atau kumpulan sifat-sifat baik yang tertanam kuat di dalam jiwa manusia.

Sifat-sifat baik ini berfungsi layaknya pusat komando yang memberikan instruksi kepada seluruh anggota tubuh—dari ujung kepala hingga ujung kaki—untuk memancarkan sikap dan perilaku yang mulia.

  • Jika jiwa dipenuhi oleh takwa, maka mata akan tergerak untuk melihat hal-hal yang baik.
  • Telinga akan lebih peka mendengar kebenaran dan kebaikan.
  • Lisan akan terjaga untuk selalu bertutur kata yang santun dan jujur.
  • Pikiran akan terstimulasi untuk menghasilkan ide-ide kreatif serta solusi yang penuh manfaat bagi sesama.
Donasi Ramadhan

Katalis Kehidupan: Konsep Takwa dan Fujur

Untuk memahami takwa lebih dalam, kita perlu merujuk pada Surah As-Syams ayat 7-10. Di dalam jiwa manusia, Allah SWT menanamkan dua hal yang saling berkaitan: takwa (sifat baik seperti jujur, sabar, dan rendah hati) serta fujur(katalis atau lawan sifat baik seperti amarah, dusta, dan sombong).

Sangat penting untuk dipahami bahwa Allah menciptakan fujur bukan agar manusia menjadi pemarah atau berperilaku buruk. Sebaliknya, fujur diciptakan sebagai katalisator agar sifat takwa bisa muncul ke permukaan.

Mari kita gunakan analogi sederhana:

Kesadaran akan kebersihan tidak akan pernah terwujud tanpa adanya kotoran. Demikian pula, sifat sabar di dalam diri kita tidak akan bisa dilatih, diuji, dan ditemukan jika tidak ada amarah atau masalah yang memancingnya.

Oleh karena itu, seseorang yang senantiasa menyucikan jiwanya akan selalu mampu merespons hal-hal yang tampak buruk (fujur) dengan memunculkan sifat-sifat baik (takwa) dari dalam dirinya.

Baca juga Kado Ramadhan: Menebar Senyum dan Keberkahan Bersama Lazismu

Dampak Takwa dalam Berbagai Peran Kehidupan

Takwa bukanlah konsep yang hanya berlaku di atas sajadah, melainkan sebuah nilai yang memiliki peran dan dampak luar biasa dalam kehidupan individual maupun sosial:

  • Kehidupan Sosial: Berdasarkan Surah Al-Hujurat, manusia diciptakan secara beragam—berbeda gender, suku, dan bangsa—untuk saling mengenal (lita’arafu) dan membangun harmoni, bukan untuk saling menyingkirkan atau mencela. Di mata Allah, orang yang paling mulia dalam interaksi sosial ini adalah orang yang paling mampu menampilkan karakter takwanya (atqokum).
  • Peran Sehari-hari: Takwa akan membawa kebaikan absolut di peran apa pun yang dijalani oleh manusia. Seorang suami atau istri yang bertakwa akan menghadirkan kelembutan dan kedamaian dalam rumah tangga. Seorang anak yang bertakwa akan melahirkan bakti yang paripurna kepada orang tuanya. Begitu pula seorang pemimpin atau pekerja yang bertakwa, mereka akan melahirkan integritas dan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Puasa Sebagai Perisai (Junnah)

Bulan Ramadan didesain secara khusus untuk melatih manusia mengendalikan nafsunya, menata ulang kebutuhan dasarnya (seperti makan dan minum yang pada dasarnya halal), serta mencegah hal-hal kotor masuk ke dalam jiwa guna memunculkan sifat takwa.

Puasa yang dijalankan dengan benar dan penuh keimanan akan berubah wujud menjadi perisai (junnah). Perisai ini sangat kokoh, tidak hanya melindungi pelakunya dari perbuatan-perbuatan negatif dan maksiat, tetapi sekaligus menjadi dorongan motivasi yang sangat kuat untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

Kesimpulan

Pada puncaknya, latihan takwa melalui ibadah puasa bertujuan untuk membentuk pribadi tangguh yang mampu mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh kesadaran.

Jika manajemen jiwa ini berhasil dicapai, maka kedudukan manusia bahkan bisa naik mengungguli para malaikat. Malaikat senantiasa taat karena mereka tidak memiliki hawa nafsu (fujur), sedangkan manusia yang memiliki nafsu namun berhasil menundukkannya demi Allah, berhak menjadi makhluk yang sangat dihormati dan dimuliakan.


Wujudkan Bukti Takwa Anda Bersama Lazismu Jateng

Salah satu indikator utama keberhasilan ibadah puasa dan wujud nyata dari takwa adalah meningkatnya kepedulian sosial kita terhadap sesama. Takwa tidak hanya membentuk kesalehan individu, tetapi juga kesalehan sosial.

Mari sempurnakan ibadah dan lengkapi perisai puasa kita dengan berbagi kebaikan. Sembari melatih kesabaran dan menahan lapar, mari kita bantu saudara-saudara kita yang setiap harinya harus menahan lapar bukan karena berpuasa, melainkan karena keterbatasan.

Salurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Anda melalui Lazismu Jateng, lembaga amil zakat terpercaya yang berdedikasi untuk memberdayakan umat. Kini, berbagi kebaikan menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan aman. Anda dapat menunaikan kewajiban dan niat baik Anda kapan saja dan di mana saja melalui lazismupeduli.idplatform donasi dan ZIS online resmi dari Lazismu Jawa Tengah.

Mari jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum kebangkitan takwa dan kepedulian. Apakah Anda siap untuk memulai langkah kebaikan Anda hari ini melalui lazismupeduli.id?