Lazismu Jateng Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Konservasi Pohon Aren di Wonosobo, Wujudkan Optimalisasi Dana Zakat

Tim Lazismu Jateng melakukan monitoring konservasi pohon aren di Wonosobo.

WONOSOBO — Dalam upaya memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program pelestarian lingkungan hidup, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah Jawa Tengah (Lazismu Jateng) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program pembibitan pohon aren. Kegiatan peninjauan lapangan ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 26 hingga 27 Februari 2026, berlokasi di Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menilai kesesuaian proses pelaksanaan program dengan target awal, serta mengukur dampak ekologis dan ekonomis yang kelak dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan lapangan secara langsung ke area penanaman, evaluasi dampak kelestarian lingkungan, diskusi sinergi antarlembaga, hingga penyusunan rekomendasi. Kehadiran tim ahli di lapangan diharapkan mampu merumuskan inovasi lanjutan agar manfaat dana zakat produktif dapat semakin optimal dan tepat sasaran.

Baca juga :Perkuat Taawun, Muhammadiyah dan Lazismu Jawa Tengah Tinjau Langsung Pemulihan Pasca Bencana di Sumatra

diskusi terkait program lingkungan lazismu jateng dengan lazismu wonosobo

Pemilihan pohon aren dalam program konservasi ini memiliki tujuan ganda. Secara ekologis, perakaran pohon aren dinilai sangat efektif untuk menahan erosi dan menyimpan cadangan air tanah, sehingga cocok ditanam di area lahan kritis. Selain menyelamatkan lingkungan, hasil dari pohon aren nantinya diharapkan mampu menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi bagi warga lokal.

Manajer Wilayah Lazismu Jateng, Suprapto, S.H., M.M., yang turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa pemantauan ini merupakan wujud pertanggungjawaban dan transparansi lembaga dalam menjaga amanah umat. Ia menegaskan pentingnya melihat langsung kondisi di lapangan guna menyusun laporan yang akurat.

“Kami di sini untuk melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi untuk program konservasi pembibitan pohon aren. Program ini menjadi salah satu program unggulan Lazismu yang dicanangkan di Kaliwiro. Nanti, dari hasil monitoring ini akan kami laporkan kepada pimpinan untuk mengambil kebijakan lebih lanjut,” ujar Suprapto saat meninjau area konservasi.

Baca juga :Menuju Sentra Alpukat Genting Gunung, Lazismu Jateng Lakukan Aksi Nyata Pelestarian Alam

Pernyataan senada turut diungkapkan oleh Kepala Divisi Program Lazismu Jateng, Muhammad Fakhri Izzuddin, S.Ak. Menurutnya, langkah ini tidak sekadar evaluasi administratif, melainkan sebuah proses reaktivasi dan pengawasan langsung terhadap bibit yang telah didistribusikan. Fakhri menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengetahui secara mendetail sejauh mana progres pohon aren yang telah ditanam sejak dua tahun silam tersebut.

Fakhri Kadiv Program Lazismu Jateng

“Kita sedang melakukan monitoring evaluasi sekaligus reaktivasi karena ingin mengetahui pohon yang kita tanam dua tahun lalu sudah sejauh mana progresnya, apakah pohonnya sukses tumbuh, atau apakah sudah memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Harapannya dengan kegiatan monitoring ini, kita bisa menilai langkah apa yang perlu kita lakukan ke depannya, sehingga misi kita dari Lazismu untuk mendistribusikan dana zakat pada pilar lingkungan ini dapat terwujud,” tuturnya secara komprehensif.

Program pelestarian ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga dan pengurus Muhammadiyah setempat. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwiro, Bapak Budi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian tim Lazismu yang bersedia menempuh perjalanan hingga ke lokasi penanaman. Ia menaruh harapan besar pada keberhasilan program tersebut.

“Semoga dengan adanya konservasi lahan kritis melalui penanaman 1.000 bibit pohon aren ini, dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan kami, tepatnya di Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Cabang Muhammadiyah Kaliwiro,” pungkas Budi penuh harap. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan strategis tersebut adalah Manajer Lazismu Wonosobo, Tabah S. Pambudi, S.Kom.I., M.I.Kom.

Sinergi yang terbangun antara jajaran wilayah, daerah, hingga tingkat cabang ini membuktikan komitmen nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai filantropi Islam dengan upaya menjaga keseimbangan alam demi kemaslahatan umat.