SUMATRA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melakukan rangkaian kunjungan kerja dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Respon Bencana di wilayah Sumatra. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 hingga 5 Februari 2026 ini menyasar tiga provinsi terdampak, yakni Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat (Padang).
Langkah ini merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah Jawa Tengah dalam memastikan penyaluran bantuan dan proses rekonstruksi berjalan tepat sasaran. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PWM Jateng, Drs. KH. Tafsir, M.Ag, didampingi Sekretaris PWM Jateng H. Dodok Sartono, S.E., M.M, Dewan Pengawas Syariah Lazismu Jateng Agus Miswanto, S.Ag., M.A, Sekretaris BP Lazismu Jateng Ir. Akhmad Zaeni, M.M, serta Manajer Area Lazismu Jateng Suprapto, S.H., M.M.
Baca juga : Sinergi Tanpa Lelah, Lazismu dan MDMC Jateng Muat Dua Truk Bantuan Logistik untuk Sumatera

Fokus Pemulihan Ekonomi dan Dakwah Lapangan
Dalam kunjungannya di Sumatra Utara pada Selasa (3/2), Kyai Tafsir menekankan bahwa respon bencana tidak boleh berhenti pada tahap darurat saja. Beliau menyoroti pentingnya penanganan pasca-bencana yang menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi.
“Muhammadiyah hadir untuk memberikan respon cepat, mulai dari penggalangan dana hingga pemberdayaan pasca-bencana. Banyak warga yang kehilangan sumber nafkah akibat bencana ini, maka fokus kita adalah pemulihan ekonomi agar mereka bisa mandiri kembali,” ujar Kyai Tafsir di sela-sela peninjauan.
Lebih lanjut, Kyai Tafsir menjelaskan bahwa kehadiran Muhammadiyah di lokasi bencana merupakan implementasi dari tiga pilar gerakan, yakni jamaah, jamiah, dan jariyah. Menurutnya, jalur dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga melalui aksi sosial nyata di lapangan sebagai bentuk taawun atau saling menolong sesama manusia.
Infrastruktur Berkelanjutan dan Persiapan Ramadan
Selain bantuan logistik, PWM Jateng juga menaruh perhatian pada keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di daerah terdampak. Kyai Tafsir menyatakan bahwa di beberapa lokasi, bencana justru menjadi momentum untuk meninggalkan bangunan atau fasilitas yang bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PWM Jateng Dodok Sartono mengungkapkan bahwa pihak pusat terus mengupayakan bantuan rekonstruksi fisik. Beberapa alternatif yang tengah dikaji adalah pembangunan Hunian Tetap (Huntap) atau fasilitas kesehatan seperti klinik yang sudah dirintis sebelumnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, bantuan spesifik juga telah disiapkan. “Kami memahami kebutuhan spiritual warga juga utama. Selain peralatan ibadah seperti sarung, kami juga mengupayakan bantuan sapi untuk masyarakat di Aceh guna menyambut perayaan Ramadan,” kata Dodok Sartono pada Rabu (4/2).

Sinergi dan Penguatan Dakwah di Aceh
Kunjungan di Aceh mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat. Ketua PWM Aceh, Bapak Musa, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dari Jawa Tengah. Beliau menyebutkan bahwa kehadiran tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu secara tidak langsung telah memperkuat posisi dakwah Muhammadiyah di Serambi Mekkah.
Menurut Bapak Musa, koordinasi antara relawan lokal dan tim dari Jawa Tengah menciptakan sinergi yang luar biasa dalam melayani warga terdampak serta memastikan bantuan tersalurkan secara transparan.
Rangkaian Monev ini diakhiri di Padang, Sumatra Barat pada Kamis (5/2). Melalui kegiatan ini, PWM Jawa Tengah berharap seluruh bantuan yang bersumber dari kedermawanan warga Jawa Tengah dapat menjadi amal jariyah yang mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat Sumatra untuk pulih dan berdaya.










Tinggalkan Komentar