Wujudkan Pemulihan Pasca-Gempa, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur Resmi Beroperasi

peresmian klinik pratama pku muhammadiyah cianjur

CIANJUR – Jejak kemanusiaan Muhammadiyah di tanah Cianjur memasuki babak baru. Sebagai kelanjutan dari misi pemulihan pasca-gempa 2022, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Kabupaten Cianjur kini resmi berdiri dan mulai melayani masyarakat. Peresmian fasilitas kesehatan ini dilaksanakan pada Sabtu (31/1/2026) di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang.

Hadir dalam seremoni tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur dan pimpinan Lazismu serta Muhammadiyah.

Baca juga : Lembaga Amil Zakat Terpercaya: Solusi Zakat Transparan dan Tepat Sasaran Bersama Lazismu Jawa Tengah

Sinergi Lazismu Jateng untuk Cianjur

Pembangunan klinik ini merupakan buah dari sinergi kuat antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur dengan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Di atas tanah wakaf seluas 2.700 m², klinik ini berdiri sebagai simbol bangkitnya warga Cugenang dari dampak bencana.

Ketua PDM Cianjur, Saepul Ulum, mengungkapkan bahwa dukungan dari Lazismu Jawa Tengah sangat krusial dalam realisasi proyek ini.

“Pembangunan ini berhasil berkat respons positif dari Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Dukungan yang diberikan sangat komprehensif, mencakup pengadaan alat kesehatan hingga dukungan dana operasional,” jelas Saepul.

Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur

Misi Menuju Rumah Sakit Tipe D

Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur, dr. Hani Zahia Suarsa, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Sarampad didasari atas minimnya akses kesehatan di wilayah rawan bencana tersebut. Ia pun memasang target ambisius untuk masa depan layanan ini.

  • Fokus Saat Ini: Memberikan layanan kesehatan dasar yang bermutu bagi masyarakat sekitar.
  • Visi 5 Tahun: Mengembangkan status klinik menjadi Rumah Sakit Tipe D.

Apresiasi dari Mendikdasmen dan Pemerintah Daerah

Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti, dalam sambutannya memuji desain klinik yang modern serta pertumbuhan amal usaha Muhammadiyah yang kian mendunia di usianya yang ke-113. Beliau mencatat bahwa klinik ini adalah klinik ke-19 di Jawa Barat, memperkuat jaringan kesehatan Muhammadiyah yang kini mencapai 500 unit di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammadiyah atas kontribusi nyata dalam membantu pemerintah menangani sisa-sisa dampak gempa dan fenomena pergeseran tanah yang masih menghantui wilayah tersebut.

Dengan beroperasinya klinik ini, diharapkan akses kesehatan bagi warga Desa Sarampad dan sekitarnya menjadi lebih dekat, cepat, dan berkualitas, sejalan dengan program Indonesia Siaga yang diusung oleh Lazismu.