BANJARNEGARA – Komitmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dalam menjaga aset persyarikatan dan menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar terus dibuktikan melalui aksi nyata. Sebagai implementasi semangat Muhammadiyah peduli pendidikan, PWM Jawa Tengah bersama Lazismu Jawa Tengah menyalurkan bantuan stimulan pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Penusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, pada Jumat (9/1/2026).
Baca juga : Korban Bencana Banjarnegara Terima Bantuan MDMC
Kunjungan ini merupakan respons cepat persyarikatan terhadap kondisi darurat yang menimpa sekolah tersebut. Diketahui sebelumnya, bangunan MI Muhammadiyah Penusupan terpaksa dirobohkan total demi keselamatan. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah yang labil dan mengalami pergeseran (tanah bergerak), yang mengakibatkan struktur bangunan retak parah dan membahayakan nyawa siswa maupun guru jika terus digunakan.
Hadir langsung di lokasi bencana, Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., didampingi oleh jajaran Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jateng, serta perwakilan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah. Kedatangan rombongan wilayah ini disambut hangat oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, para guru, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, total bantuan yang diserahkan mencapai angka ratusan juta rupiah. Lazismu Jawa Tengah menggelontorkan dana sebesar Rp 250 juta, sementara Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah turut memberikan dukungan dana sebesar Rp 100 juta. Kolaborasi pendanaan ini diharapkan mampu menjadi modal awal untuk membangun kembali gedung sekolah yang aman dan layak.

Ketua PWM Jawa Tengah, KH. Tafsir, dalam sambutannya menyampaikan pesan optimisme kepada pihak sekolah dan warga Muhammadiyah Banjarnegara. Ia menekankan bahwa musibah ini harus menjadi momentum kebangkitan untuk membangun fasilitas pendidikan yang lebih baik.
“Semoga ini awal untuk memulai kembali setelah pondasi selesai. Mudah-mudahan segera dimulai untuk pembangunan, sehingga kita bisa merumuskan kembali bantuan berikutnya,” ujar Kiai Tafsir di hadapan para hadirin.
Lebih lanjut, Kiai Tafsir secara tidak langsung mengungkapkan harapannya agar proses rekonstruksi dapat berjalan cepat. Hal ini sangat krusial agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tidak terabaikan terlalu lama.
“Semoga cepat selesai sehingga siswa-siswi bisa kembali ke sekolah dengan nyaman dan studi dengan baik, sehingga jadi anak-anak yang saleh dan salehah,” imbuhnya.
Sinergi antara Lazismu, Majelis Dikdasmen, dan MDMC dalam penanganan MI Muhammadiyah Penusupan ini menegaskan bahwa gerakan Muhammadiyah peduli pendidikan tidak hanya sebatas slogan. Melalui gotong royong dan filantropi, Muhammadiyah berupaya memastikan setiap anak bangsa, khususnya di daerah rawan bencana, tetap mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas di gedung yang aman.












Butuh Bantuan?
Jika Anda memiliki pertanyaan seputar Zakat, Infaq, Sedekah dan Fidyah silahkan Hubungi Kami!