Sinergisitas Lazismu Jateng dengan Majelis Tabligh, PWM Jateng luncurkan Kartu Korps Mubaligh Muhammadiyah

Peluncuran Kartu Anggota Mubaligh dan BPJS oleh KMM Jawa Tengah di Kendal

Kendal — Korps Mubaligh Muhammadiyah Jawa Tengah secara resmi meluncurkan tiga program strategis, yakni Program Mubaligh Penerima BPJS, Kartu Anggota KMM, dan Dai Zakat, sebagai bagian dari upaya penguatan dakwah, peningkatan kesejahteraan mubaligh, serta pelayanan dan pemberdayaan umat. Peluncuran program ini dilaksanakan dalam rangkaian Konsolidasi dan Rapat Kerja KMM Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Kendal, Ahad (15/2/2026).

Ketiga program tersebut merupakan hasil rumusan rapat kerja yang berorientasi pada penguatan kelembagaan KMM serta optimalisasi peran mubaligh dalam membangun jamaah dan jamiyah Muhammadiyah di Jawa Tengah. Program Mubaligh Penerima BPJS ditujukan bagi mubaligh yang belum memiliki jaminan sosial, sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap aspek perlindungan dan kesejahteraan pelaku dakwah.

Baca juga : Tutup Rakorsus Ramadhan 1447H, Sekretaris PWM Dorong Transformasi Lazismu Jawa Tengah Lebih Progresif

Selain itu, peluncuran Kartu Anggota KMM menjadi langkah strategis dalam penguatan identitas dan legalitas mubaligh, sekaligus mendukung validasi anggota serta pembaruan database KMM PDM se-Jawa Tengah secara terintegrasi. Adapun program Dai Zakat dirancang sebagai upaya sinergi dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan peran mubaligh dalam edukasi dan pengelolaan zakat.

Ketua KMM Jawa Tengah, Muhammad Aliun, S.Sy., S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa peluncuran ketiga program ini merupakan wujud ikhtiar KMM dalam menjawab kebutuhan mubaligh dan tantangan dakwah kontemporer.

“Program BPJS Mubaligh, Kartu Anggota KMM, dan Dai Zakat merupakan langkah konkret KMM Jawa Tengah untuk memperkuat dakwah berkemajuan sekaligus memastikan mubaligh mendapatkan perhatian dari sisi kesejahteraan dan penguatan peran sosialnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, S.E., M.M., mengapresiasi inisiatif KMM Jawa Tengah yang dinilai sejalan dengan arah gerak dakwah Muhammadiyah.

“Penguatan mubaligh harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari aspek kapasitas dakwah, kelembagaan, maupun kesejahteraan. Program-program ini diharapkan mampu memperkuat jamaah, jamiyah, dan jariyah Muhammadiyah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Apresiasi terhadap program Dai Zakat juga disampaikan oleh Ir. Akhmad Zaeni, M.M., Wakil Sekretaris II Lazismu Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi antara mubaligh dan lembaga zakat menjadi kunci penguatan dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi umat.

“Program Dai Zakat menjadi penguat peran mubaligh dalam menyampaikan dakwah yang solutif. Sinergi KMM dan Lazismu diharapkan mampu meningkatkan literasi zakat serta mendorong pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat,” ungkapnya.

Mubaligh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah

Melalui peluncuran Program BPJS Mubaligh, Kartu Anggota KMM, dan Dai Zakat ini, KMM Jawa Tengah optimistis dapat memperkuat peran strategis mubaligh, meningkatkan kualitas pelayanan umat, serta memperluas dampak dakwah Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Kontributor: Satrya Zidni Prasetyo