Aceh Tamiang — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu menyalurkan bantuan 15 ekor sapi kepada masyarakat Aceh Tamiang guna mendukung pelaksanaan tradisi Meugang dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih berada dalam kondisi terdampak bencana dan mengalami keterbatasan ekonomi.
Tradisi Meugang merupakan kearifan lokal masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadhan, Idulfitri, dan Iduladha. Pada momen tersebut, masyarakat secara bersama-sama memasak dan menikmati daging sapi sebagai simbol rasa syukur dan kebahagiaan menyambut hari besar keagamaan. Namun, kondisi pascabencana membuat sebagian warga terancam tidak dapat melaksanakan tradisi tersebut karena tidak mampu membeli daging sapi.

Menjawab kebutuhan tersebut, PWM Jawa Tengah melalui MDMC dan Lazismu mengambil langkah konkret dengan menyediakan 15 ekor sapi untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat, khususnya di Desa Kotalintang, Aceh Tamiang. Proses penyembelihan dilakukan dengan melibatkan partisipasi warga setempat agar tercipta semangat kebersamaan dan gotong royong.
Koordinator MDMC Jawa Tengah, Huda Khairun Nahar, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap tradisi dan kondisi sosial masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Meugang memiliki makna penting bagi warga Aceh.
“MDMC Jateng membeli 15 ekor sapi untuk disembelih dan kemudian dikelola bersama warga untuk dibagikan ke warga di Aceh Tamiang, khususnya di Desa Kotalintang. Harapan kami, warga dapat bergembira menyambut Ramadhan,” ujar Huda.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjaga nilai kebersamaan dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap fase penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan sosial dan psikologis masyarakat.
Sebanyak 2.134 warga tercatat sebagai penerima manfaat dari penyembelihan 15 ekor sapi tersebut. Daging hasil penyembelihan didistribusikan secara merata kepada keluarga yang membutuhkan, sehingga mereka tetap dapat merasakan suasana Meugang sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Datuk Penghulu Kotalintang, Muhammad Fadil, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PWM Jawa Tengah melalui MDMC dan Lazismu. Ia mengungkapkan bahwa dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada MDMC dan Lazismu Jawa Tengah. Dengan bantuan 15 ekor sapi ini, warga kami tetap bisa memasak daging sapi dalam menyambut Ramadhan,” katanya.

Muhammad Fadil juga menuturkan bahwa tradisi Meugang bukan hanya soal makanan, melainkan bagian dari identitas dan kebersamaan masyarakat Aceh. Dengan tetap terlaksananya tradisi tersebut, warga merasakan semangat baru untuk bangkit dari keterbatasan.
Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa kepedulian dari berbagai pihak menjadi penguat moral bagi masyarakat untuk terus optimistis menghadapi masa pemulihan. Bantuan ini dinilai mampu menjaga harmoni sosial serta mempererat hubungan antarwarga di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil.
Melalui program ini, PWM Jawa Tengah, MDMC, dan Lazismu menegaskan komitmennya dalam menghadirkan aksi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat. Tradisi Meugang yang tetap terlaksana menjadi simbol bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian mampu menghadirkan harapan baru menjelang Ramadhan.












Tinggalkan Komentar