Bulan suci Ramadan senantiasa menjadi momentum strategis untuk menebar kebaikan. Semangat berbagi ini diwujudkan secara nyata oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang pada Ramadan 1447 Hijriah. Melalui pendekatan dakwah yang humanis dan inklusif, PDM Batang tidak hanya berfokus pada ibadah ritual di dalam masjid, tetapi juga memperluas syiarnya ke ranah sosial kemasyarakatan. Salah satu bentuk kepedulian tersebut adalah merangkul pekerja sektor informal, yakni komunitas pengendara ojek online (ojol), dalam agenda kajian menjelang berbuka (iftar) dan pemberian santunan.
Baca juga : Tebar Takjil Ramadhan: Meraih Pahala Berlipat dengan Berbagi Makanan Berbuka
Kegiatan penuh berkah ini diselenggarakan di Masjid Wakaf Al-Haadi, Desa Cepokokuning, pada Senin (23/2/2026). Diinisiasi oleh Majelis Tabligh PDM Batang, acara ini menjadi wujud apresiasi sekaligus pembinaan spiritual bagi para pejuang jalanan. Langkah ini diambil untuk menegaskan bahwa masjid Muhammadiyah bukan sekadar tempat ibadah mahdah, melainkan juga ruang sosial yang ramah dan terbuka bagi siapa saja, termasuk para pekerja transportasi online yang sehari-harinya bergelut di kerasnya aspal jalanan.
Ketua Majelis Tabligh PDM Batang, Muhammad Burhan Hidayat, menjelaskan bahwa kehadiran kawan-kawan ojol di masjid Muhammadiyah bukanlah hal baru. “Banyak dari masjid kami yang memang mereka manfaatkan untuk sekadar beristirahat, menunaikan salat, atau sekadar duduk ngopi, dan itu sangat kami persilakan. Komunitas ojek online yang sering singgah ke masjid-masjid Muhammadiyah ini jumlahnya mencapai sekitar 50 pengendara,” ungkap Burhan.
Safari Ramadan ini menjadi semakin berdampak berkat sinergi kelembagaan yang kuat. Berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Batang, PDM Batang turut menyalurkan bingkisan Ramadan serta dana tali asih kepada para pengendara ojol. Bantuan dari LAZISMU ini dinilai sangat tepat sasaran, mengingat profesi ojol memiliki tingkat pendapatan yang fluktuatif. Terlebih lagi, cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah Batang belakangan ini kerap menjadi hambatan yang berimbas langsung pada menurunnya penghasilan harian mereka.

Ke depannya, Burhan menegaskan bahwa PDM Batang berencana untuk merutinkan pembinaan keagamaan ini dengan menggandeng para dai Muhammadiyah. Program dakwah kultural ini akan terus diperluas untuk menyasar komunitas marjinal lainnya, termasuk rencana pembinaan kerohanian bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang.
Respons positif dan penuh haru pun datang dari para peserta. Ketua Komunitas Pengendara Ojek Online, Mantep Waluyo, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian jajaran Muhammadiyah dan LAZISMU Batang. “Selain bisa membawa pulang bingkisan yang sangat bermanfaat, kami juga mendapatkan siraman ilmu agama. Kegiatan kajian seperti ini benar-benar membuat hati kami terasa lebih tenang,” tutur Mantep. Dakwah humanis ini diharapkan terus memperkuat nilai kepedulian sosial di Kabupaten Batang secara berkelanjutan.











Tinggalkan Komentar