Rasa haru menyelimuti lorong-lorong perawatan RS UNIMUS Semarang saat relawan mendistribusikan 70 kotak makanan berbuka, Kamis (5/3/2026). Aksi sosial dari Lazismu Jawa Tengah ini menargetkan keluarga pasien yang harus rela berbuka puasa seadanya demi bersiaga menjaga kerabat mereka yang terbaring sakit.
Menghadirkan Kehangatan di Lorong Perawatan
Menjelang pukul lima sore, suasana lorong rumah sakit biasanya terasa sepi dan tegang. Namun, pemandangan berbeda terlihat saat para pemuda berkeliling menyapa keluarga pasien. Mereka membawa puluhan kotak berisi makanan berbuka. Hasilnya, kehadiran relawan ini memecah kesunyian dan membawa senyum bagi para pendamping pasien.
“Kami memahami beratnya menjaga keluarga yang sedang sakit saat bulan puasa. Oleh karena itu, kami ingin hadir meringankan beban mereka,” ujar Rizky Arif, perwakilan relawan.
Lebih lanjut, inisiatif berbagi takjil Ramadhan ini menyasar mereka yang tidak sempat mencari makanan ke luar area perawatan. Keluarga pasien sering kali harus bersiaga penuh di samping tempat tidur. Akibatnya, mereka terpaksa menunda atau berbuka puasa seadanya.

Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Sebagai solusi, para pemuda ini mendistribusikan total 70 paket takjil gratis rumah sakit. Mereka berjalan menyisir dari satu bangsal ke bangsal lain. Selain itu, mereka juga menyapa para pasien dengan penuh kehangatan. Langkah ini menunjukkan aksi nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama.
“Momen berbuka puasa seharusnya menjadi waktu yang membahagiakan. Kami berharap paket sederhana ini bisa mengembalikan kebahagiaan tersebut di ruang perawatan,” ujar Rizky Arif menambahkan.
Selanjutnya, kolaborasi kebaikan ini terwujud berkat inisiatif Lazismu Jateng. Program filantropi ini membidik lokasi yang sering luput dari hiruk-pikuk berbagi di jalanan. Oleh karena itu, RS UNIMUS Semarang menjadi salah satu titik penyaluran utama untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pada akhirnya, kegiatan sosial ini tidak sekadar membagikan makanan pembatal puasa. Relawan menyebarkan pesan moral yang kuat kepada masyarakat luas. Semua orang berhak merasakan kebahagiaan berbagi takjil Ramadhan, tanpa terkecuali mereka yang sedang berjuang melawan penyakit di rumah sakit.











Tinggalkan Komentar