MAGELANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) kembali membuktikan komitmennya dalam pengentasan masalah hunian warga. Melalui sinergi program bedah rumah, kedua pihak berhasil mengubah rumah warga di kawasan Nambangan menjadi tempat tinggal yang layak dan sehat.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, meresmikan langsung hasil renovasi tersebut pada Senin (19/1/2025). Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai lembaga filantropi, termasuk LAZISMU, adalah kunci untuk mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya.
“Kami terus mendata rumah tidak layak huni untuk diperbaiki agar menjadi hunian yang layak ditempati. Ini contoh nyata kolaborasi antara Pemkot Magelang dan LAZISMU. Sasarannya adalah warga Kota Magelang, tanpa melihat latar belakang,” ujar Damar dalam keterangannya.
Bantuan Tepat Sasaran
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Agus Romadhon (48), warga RT 06/RW 20 Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara. Rumah sederhana berukuran 5×8 meter yang dihuninya kini telah berubah total.
Agus yang bekerja sebagai buruh bangunan mengaku sangat terbantu dengan program ini. Pasalnya, kondisi rumah yang sehat sangat dibutuhkan demi pemulihan anak bungsunya yang berusia lima tahun dan sedang menderita sakit meningitis.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LAZISMU dan Pak Wali Kota yang sudah membantu memperbaiki rumah kami. Sekarang rumahnya jauh lebih baik dan nyaman untuk ditinggali, terutama untuk pemulihan kesehatan anak saya,” ungkap Agus.

Renovasi Fisik dan Ekonomi
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Kota Magelang, Nugroho Adibroto, menjelaskan bahwa program bedah rumah tahun 2025 ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Wates dan Nambangan. Untuk rumah Agus, LAZISMU menggelontorkan anggaran sekitar Rp28 juta.
Dana tersebut digunakan secara maksimal untuk perbaikan vital, mulai dari memplester lantai, perbaikan dinding, pembuatan sekat ruangan, hingga perbaikan sanitasi kamar mandi. Tak hanya itu, LAZISMU juga memberikan sentuhan pemberdayaan ekonomi dalam renovasi ini.
“Alhamdulillah sekarang rumah sudah lebih layak. Bahkan dalam renovasi ini, kami sediakan ruang kecil yang difungsikan sebagai warung sederhana. Harapannya, istri Pak Agus bisa membuka usaha untuk menunjang perekonomian keluarga,” jelas Nugroho.
Melalui program ini, Wali Kota juga mengimbau peran aktif Ketua RT dan RW untuk terus memantau kondisi warganya dan segera melaporkan kepada kelurahan jika ditemukan rumah yang tidak layak huni agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sumber : suarabaru.id











Tinggalkan Komentar