Yogyakarta — Guna memperkuat tata kelola lembaga yang semakin profesional dan berdampak, Lazismu Jawa Tengah mengirimkan delapan Manajemen untuk mengikuti Public Training “High Impact Leader & Manager”Batch 2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Latihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) Yogyakarta selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 27–28 Juli 2026, bertempat di Grand Rohan Hotel, Kabupaten Bantul, DIY.
Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas Manajemen para amil pengemban amanah manajerial, terutama dalam hal mengelola tim, mengambil keputusan strategis, serta mengawal manajemen perubahan di dalam organisasi.

Delegasi Lazismu Jawa Tengah
Delapan peserta yang menjadi perwakilan dari Lazismu Jawa Tengah dalam pelatihan ini adalah:
- Suprapto, S.H., M.M. (Manajer Area)
- Ronny Megas Sukarno, S.S., S.M., M.M., CFRM. (Manajer Operasional)
- Samsudin, S.Sos., M.M. (Manajer Marketing)
- Maya Robiatul Adawiyah, S.Akun. (Kepala Divisi Keuangan)
- Rizqi Jabbar Kurniawan, S.Ds. (Kepala Divisi Media)
- Aris Setyawan (Kepala Divisi Sumber Daya Amil)
- Rizky Arif Prasetyo, S.Ak. (Kepala Divisi Fundraising)
- Muhammad Fakhri Izzuddin, S.Ak. (Kepala Divisi Program)
Rangkaian Materi Pelatihan: Dari Fondasi hingga Dampak Kinerja
Hari Pertama: Membangun Fondasi Kepemimpinan Pada hari pertama (27/7), para peserta difokuskan pada penguatan Building Leadership Foundation. Melalui berbagai simulasi, termasuk metode permainan LEGO, peserta diajak memahami perbedaan esensial antara peran seorang manajer dan pemimpin. Materi yang dibahas meliputi cara membangun tim berkinerja tinggi, membangun akuntabilitas, kepemimpinan situasional, hingga keterampilan coachingyang disesuaikan dengan kesiapan masing-masing anggota tim.
Sesi ini juga diperkaya dengan pemaparan dari tokoh-tokoh inspiratif Muhammadiyah:
- Dr. Dra. Sarjilah, M.Pd. (Direktur PusdiklatMu), yang membawakan materi “Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan: Menggerakkan Perubahan, Menebarkan Kemaslahatan”.
- Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Sekretaris PP Muhammadiyah), yang mengupas tuntas tantangan kepemimpinan dan strategi transformasi di tubuh Persyarikatan.
Proses pembelajaran yang interaktif ini didampingi oleh fasilitator berpengalaman, yakni Ir. Mohamad Kurniawan (Lead Facilitator), Dr. Punang Amaripuja, dan Ridwan, M.SI.

Hari Kedua: Menggerakkan Kinerja dan Eksekusi Target Memasuki hari kedua (28/7), fokus pelatihan bergeser pada Driving Performance and Organizational Impact. Para peserta digembleng untuk menguasai kepemimpinan perubahan, pengambilan keputusan berbasis data, penyelesaian masalah, penguatan budaya eksekusi, serta penerapan indikator kinerja (KPI).
Sebagai bukti nyata tindak lanjut dari pelatihan ini, seluruh peserta diwajibkan menyusun Personal Leadership Blueprintdan Individual Action Plan yang nantinya akan dijadikan panduan dan diimplementasikan langsung di divisi masing-masing.
Harapan ke Depan
Melalui keikutsertaan intensif ini, Lazismu Jawa Tengah menaruh harapan besar agar kapasitas manajerial dan koordinasi lintas divisi dapat meningkat secara signifikan. Dengan budaya kerja yang terarah, kualitas pelayanan Lazismu kepada para muzaki, donatur, maupun penerima manfaat dipastikan akan menjadi jauh lebih prima dan profesional.













Tinggalkan Komentar