Kupas Kepribadian Muhammadiyah, Dr. Hasan Asy’ari Ingatkan Ruh Pergerakan Amil Lazismu Jateng

Kupas Kepribadian Muhammadiyah, Dr. Hasan Asy'ari Ingatkan Ruh Pergerakan Amil Lazismu Jateng

SEMARANG — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah Jawa Tengah (Lazismu Jateng) kembali menggelar agenda rutin Kajian Jumat Pagi di Ruang Meeting Lazismu Jateng, Kota Semarang, pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan spiritual sekaligus penguatan ideologi bagi seluruh jajaran eksekutif, penerima beasiswa kerja, hingga mahasiswa magang. Pada pekan ini, kajian berfokus pada kedalaman materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi landasan utama pergerakan sosial kemanusiaan persyarikatan. Kehadiran program ini dinilai esensial guna memastikan setiap langkah amil selalu sejalan dengan cita-cita besar persyarikatan dalam memajukan kesejahteraan umat.

Baca juga : Tingkatkan Etos Kerja Amil Berkemajuan, Lazismu Jateng Gelar Kajian Jumat Bersama

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jateng, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CTA, ACPA, CertDA., hadir memberikan sambutan di awal acara. Dalam pengantarnya, ia menyampaikan bahwa tata kelola sumber daya manusia di lembaga kini semakin terstruktur dan berkembang dengan sangat baik untuk menunjang berbagai program kerja.

“Sekarang di Lazismu Jateng ada 16 eksekutif, 10 beasiswa kerja, dan juga ada anak-anak magang dari berbagai kampus,” ungkap Dwi secara langsung di hadapan para peserta kajian saat membuka agenda.

Ia menjelaskan secara tidak langsung bahwa formasi tim yang solid tersebut merupakan modal utama untuk merealisasikan target penghimpunan lembaga pada tahun ini. Dwi menyebutkan proyeksi tersebut dengan nada yang optimistis. “Insyaallah tahun ini 400 miliar,” ucapnya mematok target kinerja Lazismu Jateng.

Untuk memastikan tercapainya target masif tersebut, Dwi menuturkan bahwa landasan keagamaan tidak boleh dikesampingkan dari ritme kerja. Pihaknya berkomitmen mengadakan kajian secara rutin setiap sebulan sekali, mengingat pemahaman ideologi adalah akar dari seluruh gerakan lembaga yang terbukti mampu membuat kinerja tim semakin melejit secara profesional.

Setelah sambutan pembuka tersebut selesai, forum dilanjutkan dengan sesi materi utama yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. A. Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag. Dalam tausiahnya, beliau mengupas tuntas urgensi pemahaman ideologi bagi para penggerak persyarikatan, khususnya mengenai Kepribadian Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam orientasi kerja keseharian para amil, bukan sekadar menjadi hafalan teks.

“Kepribadian Muhammadiyah yang kita harus kenali dengan baik yang menjadi ruh bagi kita yang bergelut di Muhammadiyah,” tegas Hasan secara langsung untuk memotivasi para peserta.

Hasan menguraikan lebih lanjut secara tidak langsung bahwa fondasi pergerakan ini merujuk secara teguh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah. Beliau memaparkan bahwa terdapat sepuluh poin Kepribadian Muhammadiyah yang patut diinternalisasi oleh setiap individu di lingkungan persyarikatan.

Pada kesempatan tersebut, beliau membedah tiga poin pertama yang dinilai sangat krusial dalam kerja-kerja filantropi. Pertama, beramal dan berjuang untuk perdamaian serta kesejahteraan. Kedua, senantiasa memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah. Ketiga, selalu lapang dada dan memiliki pandangan yang luas dalam menghadapi berbagai dinamika di tengah masyarakat. Menurut beliau, ketiga poin awal ini saja sudah mencukupi sebagai bekal dasar bagi para amil untuk merespons berbagai persoalan keumatan dengan sikap yang arif. Adapun penjelasan untuk tujuh poin berikutnya dijadwalkan akan dilanjutkan pada sesi kajian mendatang.

Kegiatan Kajian Jumat Pagi ini diakhiri dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui pembinaan komprehensif yang diawali dengan motivasi kinerja dan dilanjutkan dengan penguatan ruh ideologi, Lazismu Jateng diharapkan terus memberikan kontribusi maksimal. Upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat yang dilakukan akan senantiasa mengedepankan prinsip amanah, transparan, serta mencerminkan karakter Islam yang berkemajuan.