Dr. Agus Miswanto: Dengan Ilmu, Manusia Menjadi Lebih Berkualitas dan Merdeka

Kajian Islam LAZISMU Jawa Tengah bersama Dr. Agus Miswanto tentang pentingnya ilmu dan akal
Kajian Jumat Pagi LAZISMU Jawa Tengah bersama Dr. Agus Miswanto, S.Ag., M.A. membahas pentingnya ilmu, akal, dan budaya berpikir dalam kehidupan serta organisasi.

JAWA TENGAHLAZISMU Jawa Tengah menggelar kajian Islam Jumat pagi bersama anggota Dewan Pengawas Syariah LAZISMU Jawa Tengah, Dr. Agus Miswanto, S.Ag., M.A., Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat LAZISMU Jawa Tengah tersebut diikuti seluruh eksekutif LAZISMU Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan pemahaman keislaman sekaligus membangun budaya kerja yang berlandaskan ilmu.

Dalam kajian tersebut, Agus mengangkat pembahasan mengenai penggunaan akal dalam kehidupan seorang muslim. Materi disampaikan dengan merujuk pada sejumlah ayat Al-Qur’an, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 44 dan 170 serta Surah Al-An’am ayat 32.

Agus menjelaskan bahwa penggunaan akal menjadi hal penting dalam memahami ajaran agama maupun menjalani kehidupan. Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya mengajarkan kebajikan kepada orang lain, tetapi juga harus berupaya menjalankan nilai kebaikan tersebut dalam kehidupannya sendiri.

Ia juga menekankan bahwa setiap tindakan semestinya memiliki dasar dan landasan yang dapat dipahami. Seseorang tidak seharusnya hanya mengikuti tradisi atau kebiasaan tanpa mengetahui alasan maupun dasar dari tindakan tersebut. Kemampuan berpikir dan mencari pengetahuan menjadi bagian penting agar manusia tidak sekadar mengikuti sesuatu tanpa pemahaman.

“Ketika akal kita aktif, kita akan menjadi manusia yang sebaik-baiknya dan menjadi orang yang merdeka,” ujar Agus.

Dalam kajian Islam tersebut, Agus turut mengangkat perjalanan KH Ahmad Dahlan dalam melakukan tajdid atau pembaruan. Pada masa itu, menurutnya, masyarakat menghadapi kondisi ketika berbagai kebiasaan cenderung dijalankan secara turun-temurun tanpa banyak ruang untuk mempertanyakan dasar pemikirannya.

KH Ahmad Dahlan kemudian mendorong umat untuk menggunakan ilmu dan akal dalam memahami agama maupun menghadapi perkembangan zaman. Agus mencontohkan langkah KH Ahmad Dahlan yang terlibat dalam dunia pendidikan hingga akhirnya mampu mengembangkan sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Nilai tersebut, lanjut Agus, juga relevan diterapkan dalam kehidupan organisasi. Eksekutif LAZISMU Jawa Tengah didorong untuk tidak sekadar menunggu perintah, tetapi berani bertanya, memahami dasar sebuah keputusan, memberikan gagasan, serta memiliki inisiatif dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, bertanya bukan berarti menentang kepemimpinan. Sikap tersebut justru dapat menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan sehingga setiap anggota organisasi memahami alasan dan tujuan dari pekerjaan yang dilaksanakan.

Agus juga mengingatkan agar manusia tidak menjadikan sikap pasrah sebagai alasan untuk berhenti berusaha. Kehidupan membutuhkan ikhtiar, pengetahuan, dan keberanian untuk bergerak. Ia mengibaratkan seseorang yang hanya mengikuti arus tanpa memiliki kemampuan untuk menentukan arah kehidupannya.

“Jangan hanya mengalir seperti air, nanti tenggelam kalau tidak didasari bisa berenang,” tuturnya.

Melalui kajian Jumat pagi ini, seluruh eksekutif LAZISMU Jawa Tengah diharapkan semakin membangun budaya belajar, berpikir kritis, dan berinisiatif dalam menjalankan amanah kelembagaan. Ilmu tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan sikap serta meningkatkan kualitas diri.

“Motivasi yang harus kita bangun adalah dengan ilmu akan menjadikan kita berkualitas,” pungkas Agus.

Kontributor : Andini Yansah Febriati
Editor : Jabbar