SEMARANG — Muhammadiyah Jawa Tengah melepas Tim Respons Kebencanaan Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahap I untuk menjalankan misi kemanusiaan di Pulau Flores. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Lazismu Jawa Tengah bersama Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB-MDMC) Jawa Tengah juga meluncurkan Mobil Kemanusiaan Triton untuk memperkuat operasional respons kebencanaan.
Pelepasan berlangsung di Kantor Lazismu Jawa Tengah, Lantai 1 Masjid At-Taqwa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Senin (24/8/2026). Kegiatan melibatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, LRB-MDMC Jawa Tengah, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Tengah, dan Lazismu Jawa Tengah.
Tim yang diberangkatkan terdiri atas dr. Muhammad Lois Dika Ardian dari RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Yogo Sutrisno dari RSU ‘Aisyiyah Muntilan, Muhammad Hamim dari RS PKU Muhammadiyah Cepu, Taufiq dari RS Roemani Muhammadiyah Semarang, serta Argian Prihatnala dari LRB PWM Jawa Tengah. Mereka dijadwalkan bertugas pada 24 Agustus hingga 7 September 2026.

Ketua LRB-MDMC Jawa Tengah, Istanto, mengatakan pemberangkatan tersebut merupakan wujud sinergi majelis, lembaga, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam merespons bencana NTT.
“Ini merupakan pemberangkatan tim pertama respons bencana NTT. Kami memohon dukungan agar para relawan diberikan kelancaran dalam membantu masyarakat terdampak. Respons kemanusiaan ini juga merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.
Wakil Ketua/Sekretaris MPKU PWM Jawa Tengah, M. Arif Rida, menyampaikan bahwa koordinasi antara MDMC dan MPKU perlu terus diperkuat, khususnya dalam mobilisasi tenaga kesehatan dan sumber daya AUM.
Menurutnya, dukungan sarana operasional juga akan membantu meningkatkan efektivitas respons kebencanaan. Kehadiran Mobil Kemanusiaan Triton diharapkan dapat menunjang mobilisasi personel dan kebutuhan operasional di lapangan.
“Koordinasi khusus diperlukan supaya penugasan tenaga kesehatan berjalan baik dan tidak mengganggu pelayanan. Semoga kegiatan yang dilakukan dapat menolong kemanusiaan dan membawa keberkahan,” katanya.
Luncurkan Mobil Kemanusiaan Triton
Selain melepas tim menuju NTT, kegiatan tersebut ditandai dengan peluncuran Mobil Kemanusiaan Triton Lazismu Jawa Tengah x MDMC Jawa Tengah. Kendaraan tersebut dipersiapkan sebagai sarana pendukung mobilitas dalam berbagai aksi kemanusiaan dan respons kebencanaan.
Mobil kemanusiaan ini diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Muhammadiyah Jawa Tengah, terutama untuk menjangkau wilayah terdampak yang membutuhkan kendaraan operasional dengan kemampuan mobilitas tinggi.

Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, menilai sinergi dalam respons NTT menunjukkan kolaborasi yang semakin kuat antara MDMC, MPKU, Lazismu, dan AUM.
“Harapannya kolaborasi ini semakin baik dan semakin besar. Dokumentasi, proses penghimpunan, pelaksanaan program, hingga LPJ harus berjalan dengan baik sehingga seluruh respons dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Membawa Misi Rahmatan lil ‘Alamin
Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan merupakan bagian dari semangat Muhammadiyah sebagai gerakan penolong kesengsaraan umum. Muhammadiyah, menurutnya, tidak hanya hadir ketika terjadi bencana, tetapi juga saat masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.
Ia menegaskan bahwa tugas para relawan sekaligus menjadi implementasi Risalah Islam Berkemajuan dan prinsip Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.
“Para relawan bukan hanya menanggulangi bencana, tetapi juga membawa misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Semoga seluruh relawan diberikan kelancaran dan kemudahan selama menjalankan tugas,” pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian surat tugas, doa pelepasan, peluncuran Mobil Kemanusiaan Triton, dan foto bersama. Melalui sinergi PWM Jawa Tengah, MDMC, MPKU, Lazismu, serta AUM, pemberangkatan tim dan penguatan armada kemanusiaan ini diharapkan semakin meningkatkan kesiapan Muhammadiyah Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.
Editor: jabb










Tinggalkan Komentar