Kemarau Melanda Wonosegoro, Lazismu dan MDMC Boyolali Salurkan 16.000 Liter Air Bersih

Kekeringan Wonosegoro, Lazismu dan MDMC Boyolali salurkan air bersih
Lazismu bersama MDMC Boyolali menyalurkan 16.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Sabtu (15/8/2026).

BOYOLALI — Musim kemarau mulai membawa dampak nyata bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali. Salah satunya dirasakan warga Dukuh Cekelan dan Ngrembes, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, yang mengalami penurunan debit air sumur secara drastis.
Merespons kondisi tersebut, Lazismu Boyolali bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 16.000 liter air bersih disalurkan kepada 305 kepala keluarga (KK) di enam titik distribusi yang berada di Dukuh Cekelan dan Ngrembes. Penyaluran ini merupakan respons awal Lazismu Boyolali terhadap kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lazismu Boyolali, MDMC Boyolali, dan Gerakan Gemar Sedekah AMM Sambi, dengan dukungan Kaur/Kesra serta pemerintah desa setempat.
Lima titik distribusi meliputi RT 1/RW 1, RT 2/RW 1, dan RT 4/RW 1 Dukuh Cekelan, serta RT 1/RW 7 dan RT 3/RW 7 Dukuh Ngrembes, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro.
Berdasarkan informasi dari pemerintah desa dan warga setempat, kondisi kekurangan air telah berlangsung sekitar satu bulan. Setiap memasuki musim kemarau, debit air sumur warga mengalami penurunan secara signifikan. Bahkan, beberapa sumur warga dilaporkan mengalami kekeringan hingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air selama kondisi kekeringan. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah diterima masyarakat dari BPBD dan PMI.
Bantuan air bersih yang disalurkan Lazismu Boyolali bersumber dari donatur Lazismu dan dalam proses penyalurannya berkolaborasi dengan MDMC Boyolali.
Dalam kegiatan tersebut, penanggung jawab dari MDMC Boyolali adalah Agung Susilo, sementara koordinasi lapangan dilakukan oleh Irfan, anggota Provpam BPO KOKAM Boyolali.
Bagi Lazismu Boyolali, penyaluran air bersih ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan air masyarakat. Di tengah kondisi kemarau yang semakin menyulitkan, air menjadi kebutuhan dasar yang sangat berarti bagi warga terdampak.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Lazismu Boyolali berupaya memastikan kepedulian dapat hadir secara nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari Muhammadiyah, untuk Boyolali. Terus tumbuh, terus memberi, dan terus menjadi bagian dari kebaikan.