SEMARANG — Lazismu menargetkan penghimpunan sebesar Rp1 triliun pada 2027. Target tersebut menjadi arah penguatan gerakan filantropi Muhammadiyah untuk memperluas pelayanan, meningkatkan pemberdayaan, serta menghadirkan manfaat zakat yang semakin nyata bagi masyarakat.
Momentum Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Semarang, Jawa Tengah, menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat langkah menuju target tersebut. Penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi amil, optimalisasi kanal digital, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan penghimpunan.
Dalam laporan Lazismu Pusat yang disampaikan pada pembukaan kegiatan di Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC), Jumat (6/11/2026), penghimpunan tercatat mencapai Rp827 miliar. Sementara itu, penyaluran mencapai Rp635,02 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 132.225 orang.
Dibandingkan capaian penghimpunan yang dilaporkan tersebut, target Rp1 triliun membutuhkan tambahan sekitar Rp173 miliar atau pertumbuhan sekitar 20,9 persen. Pencapaiannya memerlukan penguatan kepercayaan publik, perluasan jangkauan donatur, serta peningkatan kualitas layanan di seluruh jaringan Lazismu.
Jawa Tengah turut menjadi penggerak dengan penghimpunan sebesar Rp378,02 miliar atau sekitar 45,67 persen dari total nasional yang dilaporkan. Kontribusi tersebut menjadi modal untuk terus mengembangkan kolaborasi dan memperluas partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah.
Pertumbuhan penghimpunan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas penyaluran. Dana yang dipercayakan masyarakat perlu diwujudkan melalui program yang tepat sasaran, pendampingan yang berkelanjutan, dan hasil pemberdayaan yang terukur.
Arah tersebut diperkuat melalui sembilan Program Strategis Nasional Lazismu, mulai dari Back to Masjid, Kampung Berkemajuan, Save Our School, Layanan Akses Pusat, Ketahanan Pangan, Muhammadiyah Water Care, Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kemanusiaan dan Advokasi, hingga Indonesia Siaga.
Penguatan sumber daya manusia turut dilakukan melalui Sekolah Amil yang diikuti 121 peserta. Sementara itu, Simposium, Forum Tata Kelola Nasional, dan Rapat Kerja Nasional menjadi ruang untuk menyelaraskan gagasan, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan langkah organisasi.
Dengan berlandaskan semangat Al-Ma’un, target penghimpunan Rp1 triliun pada 2027 membawa tanggung jawab untuk memperluas keberpihakan kepada fakir miskin. Setiap peningkatan dana yang dihimpun diharapkan membuka lebih banyak akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.










Tinggalkan Komentar