Muhammadiyah Jateng dan Bali Pererat Sinergi Dakwah, Pendidikan, dan Filantropi suport 70 juta

Muhammadiyah Jateng dan Bali memperkuat sinergi bersama Lazismu di Denpasar
Muhammadiyah Jawa Tengah dan Bali memperkuat sinergi dakwah, pendidikan, dan filantropi di Denpasar, Bali.

DENPASAR – Sinergi antara Muhammadiyah Jawa Tengah dan Muhammadiyah Bali semakin diperkuat melalui kegiatan Tabligh Akbar dan Sosialisasi Bali International Muhammadiyah University (BIM University) di Musholla Ahmad Dahlan, Denpasar, Ahad (4/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 500 peserta dari warga Muhammadiyah dan masyarakat Denpasar serta sekitarnya. Hadir Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, Rektor BIM University Harun Joko Prayitno, Ketua PWM Bali Husnul Fahmi, Ketua PDM Denpasar Tatang Wisnu Wardhana, serta jajaran persyarikatan Muhammadiyah di Bali.

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antarpimpinan wilayah Muhammadiyah. Sinergi tidak hanya diarahkan pada pengembangan dakwah, tetapi juga pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan gerakan sosial Muhammadiyah.

Ketua PWM Bali Husnul Fahmi menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah hadir di Bali sejak sekitar tahun 1930 dan terus tumbuh bersama masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keberlangsungan dakwah Muhammadiyah di Pulau Dewata.

“Muhammadiyah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Bali. Hubungan yang terbangun sangat baik dan semangat gotong royong menjadi keberkahan bagi perkembangan Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia berharap Tabligh Akbar tersebut juga menjadi momentum konsolidasi warga Muhammadiyah agar semakin solid dalam memperkuat gerakan persyarikatan di Bali.

Salah satu perkembangan penting Muhammadiyah di Bali ditandai dengan hadirnya BIM University yang kini resmi berada di bawah naungan Muhammadiyah. Kampus tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memperluas kontribusi Muhammadiyah kepada masyarakat.

Rektor BIM University Harun Joko Prayitno mengatakan perjalanan baru BIM University bersama Muhammadiyah dimulai sejak 21 April 2026. Dengan nilai aset sekitar Rp86,2 miliar, keberadaan kampus tersebut menjadi amanah besar yang perlu dikembangkan bersama.

“BIM University kini resmi menjadi bagian dari Muhammadiyah. Kami berharap anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan di sini. Kami juga memohon doa dan dukungan seluruh warga Muhammadiyah agar BIM University semakin berkembang,” ungkapnya.

Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir dalam tausiyahnya menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kesantunan, kepercayaan diri, dan kemampuan hidup secara harmonis di tengah masyarakat.

Menurut Tafsir, Bali memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wajah Indonesia di tingkat internasional. Kehadiran Muhammadiyah melalui pendidikan di Bali harus mampu menghadirkan wajah Islam yang maju, ramah, dan memberi manfaat.

“Akhlak dan sopan santun menjadi bagian penting dalam membangun wajah kita di hadapan masyarakat. Pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter,” katanya.

Ia juga mengajak peserta untuk membangun harmoni antara manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Semangat tersebut perlu dijalankan melalui jihad, ijtihad, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Sinergi Muhammadiyah Jawa Tengah dan Bali turut diperkuat melalui gerakan filantropi dan pemberdayaan yang dijalankan Lazismu. Dalam kesempatan tersebut, Lazismu Jawa Tengah memberikan dukungan sebesar Rp70 juta untuk mendukung penguatan gerakan Lazismu di Denpasar.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Lazismu Jawa Tengah dalam memperkuat jejaring antardaerah agar penghimpunan, pendayagunaan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi Lazismu Denpasar untuk mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan menegaskan bahwa penguatan Lazismu tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antardaerah menjadi penting untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.

Sinergi tersebut sebelumnya juga terbangun melalui program RendangMu. Ketua PDM Denpasar Tatang Wisnu Wardhana menyebut RendangMu sebagai salah satu bentuk syiar dakwah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Muhammadiyah di Bali.

Dukungan Lazismu Jawa Tengah kepada Denpasar menunjukkan bahwa silaturahmi Muhammadiyah Jateng dan Bali tidak berhenti pada agenda seremonial. Kolaborasi tersebut diarahkan menjadi kerja nyata yang menghubungkan dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial.

Tabligh Akbar ditutup dengan harapan agar Muhammadiyah Bali semakin solid, BIM University berkembang menjadi perguruan tinggi yang maju dan berdaya saing, serta sinergi antara Muhammadiyah Jawa Tengah dan Bali terus melahirkan program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Sinergi lintas wilayah ini menjadi bagian dari semangat persyarikatan untuk saling menguatkan, bergerak bersama, dan menghadirkan dakwah berkemajuan melalui pendidikan serta pemberdayaan masyarakat.

Kontributor: Jabbar
Editor: Jabbar